Jakarta, Aktual.com – Pernyataan World Health Organization (WHO) yang menyebutkan merokok adalah solusi pencegahan tertular virus corona (covid-19) tidaklah benar.

Sebelumnya redaksi aktual.com pernah mengangkat opini Rachmad Rofik, WHO: Merokok, Salah Satu Solusi Pencegahan Covid-19.

Berdasarkan penelusuran informasi tersebut dinyatakan tidak benar. WHO tak pernah menyebut bahwa aktivitas merokok dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2 atau virus corona baru.

Bahwa artikel yang dikutip Rachmad Rofik dari informasi yang dikeluarkan oleh WHO pada bagian Q&A memang benar. Namun, ternyata informasi tersebut telah dihapus dan diganti oleh WHO dengan informasi yang lebih valid.

Klarifikasi dari WHO adalah sebagai berikut:

“Tindakan tersebut TIDAK secara khusus direkomendasikan sebagai solusi 2019-nCov karena tidak efektif untuk melindungi diri sendiri dan bahkan bisa berbahaya bagi tubuh.”

Dengan demikian, pernyataan tersebut telah mematahkan anggapan bahwa merokok dapat mencegah atau mengobati COVID-19. Justru merokok bisa berbahaya bagi tubuh.

Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati COVID-19 sehingga informasi yang menyebut bahwa merokok dapay mengobati penyakit tersebut dinyatakan tidak benar.

KESIMPULAN

Artikel orisinil yang ada di laman resmi WHO awalnya terbit pada tanggal 11 Februari 2020. Secara garis besar, artikel itu memuat informasi yang mengatakan bahwa langkah-langkah seperti mengonsumsi vitamin C, merokok, minum teh herbal, memakai masker berlapis-lapis untuk memaksimalkan perlindungan, dan mengonsumsi antibiotik tidak direkomendasikan karena dianggap tidak efektif untuk melindungi diri dari bahaya virus corona.

Namun, informasi tersebut disalahartikan sehingga akhirnya dihapus dan diganti pada tanggal 23 Februari 2020.

Pada artikel terbaru tersebut langsung disebutkan bahwa langkah-langkah seperti merokok, meminum obat herbal tradisional, mengenakan masker bertumpuk, dan mengonsumsi antibiotik dinyatakan TIDAK EFEKTIF karena sampai saat ini memang belum ditemukan obat yang secara khusus direkomendasikan untuk mengobati COVID-19.

(Arbie Marwan)