Buni Yani (tengah) bersama tim kuasa hukumnya memberi klarifikasi terkait potensi menjadi tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran UU IT, Jakarta (7/11/2016). Buni Yani beserta kuasa hukumnya menyatakan siap diperiksa. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Tersangka kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian, Buni Yani, menilai sikap dan perilaku terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang bermasalah. Hal ini didasarkan dengan sikap Ahok beserta tim kuasa hukumnya dalam persidangan ke-8 di Gedung Kementerian Pertanian, Selasa (31/1) lalu.

“Saya ingin meluruskan kepada kawan-kawan bahwa selama ini saya oleh pendukung Ahok, dianggap orang yang paling bertanggung jawab. Seolah-olah yang benar itu Ahok yang salah itu Buni Yani,” kata dia di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (3/2).

“Soal namanya, saya jadi tersangka jadi membuat transkip 3 kalimat itu enggak cuma saya, wong sononya (Basuki Tjahaja Purnama) sudah bermasalah,” sambungnya.

Buni datang ke Kantor MUI Pusat atas inisiatifnya sendiri. Yakni untuk memberikan dukungan moril bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) kepada KH Ma’ruf Amin. Saksi yang disudutkan Ahok dan tim kuasa hukumnya dalam sidang ke-8 kasuspenodaan agama beberapa waktu lalu.

Menurutnya, apa yang dilakukan Ahok dan tim kuasa hukumnya terhadap Kiai Ma’ruf menunjukkan bagaimana sikap dan perilaku Ahok sebenarnya. Apa yang dilakukan terdakwa Ahok itu semakin meyakinkan bahwa dirinya tidak bersalah.

“Ini dengan sendirinya menunjukkan Buni Yani tidak bersalah, banyak sekali yang tersinggung gara-gara hal ini. Jadi kalau selama ini saya dipersoalkan, tidak masuk akal,” pungkas Buni Yani.

()