Jakarta, Aktual.com — Kesabaran dalam iman itu ibarat kepala pada tubuh. Kesabaran adalah sifat mulia, hasilnya juga terpuji. Orang-orang yang sabar akan mendapatkan pahala yang tidak terputus.

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.” (QS Az-Zumar (39) 10).

Segala musibah dan cobaan yang terjadi di dunia pada diri, harta, keluarga atau yang lainnya semua itu sudah diketahui oleh Allah SWT sebelum terjadi dan sudah Allah SWT tuliskan pula dalam Lauh Mahfuz (Lihat QS Al Hadid (57) 22).

Begitu pula musibah yang menimpa manusia, maka itu merupakan kebaikan baginya, mungkin ia mengetahui mungkin juga tidak mengetahuinya. Karena Allah SWT hanya menetapkan takdir yang lebih baik bagi orang tersebut.

Sebagaimana firman Allah SWT (yang artinya), “Katakanlah: ‘Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT bagi kami. Dial ah pelindung kami, dan hanya kepada Allah SWT orang-orang beriman harus bertawakal. (QS At Taubah (9) 51).

Segala musibah terjadi dengan izin Allah SWT. Orang yang beriman kepada Allah SWT menyakini bahwa Allah SWT menghendaki, suatu musibah tak akan terjadi. Akan tetapi, Allah SWT menghendakinya, maka musibah itu pun terjadi.

Sebagaimana firman Allah SWT (yang artinya), “Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah SWT; dan barang siapa beriman kepada Allah SW, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS At- Taghabun (64) 11).

Apabila seorang hamba sudah menyadari bahwa musibah itu berasal dari takdir dan ketentuan Allah SWT, maka ia harus bersabar dan berserah diri. Pahala kesabaran adalah Surga.

Sebagaimana firman Allah SWT (yang artinya), “Dan Dia memberikan balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) Janah dan (pakaian) sutra.” (QS Al Insan (76) 12).

()