Ambon, Aktual.com – Pegiat internet yang juga seorang blogger, Almascatie, menyatakan orang tua perlu mengontrol anaknya dalam berteknologi untuk mengantisipasi kejahatan ponografi dan tindak kejahatan lainnya di dunia maya.

“Para orang tua perlu mendampingi dan mengontrol anaknya dalam menggunakan teknologi komunikasi dan informasi, baik ponsel, komputer maupun lainnya, yang memungkinkan anak dapat mengakses berbagai macam konten negatif,” katanya di Ambon, Jumat (3/7).

Menurut pria yang aktif menulis di laman almascatie.net itu, orang tua hendaknya tidak hanya memberikan ‘gadget’ tapi tidak mengontrol apa yang dilakukan anak dengan barang itu.

“Membatasi anak dalam berteknologi maupun mengakses layanan internet bukanlah solusi yang tepat untuk melindungi anak dari kejahatan pornografi, tapi para orang tua harus bisa memproteksi anak-anaknya dengan mengarahkan penggunaan teknologi dengan tepat,” katanya.

Ia menyatakan ada banyak layanan dan aplikasi permainan menarik bagi anak yang disediakan di internet, ini bisa dimanfaatkan oleh para orang tua untuk mengarahkan anak bermain sambil belajar.

“Sebenarnya internet tidak memberikan dampak yang negatif, hanya saja kita perlu hati-hati dalam menggunakannya, terutama anak, karena ada konten-konten yang tidak cocok bagi mereka, karenanya kita juga harus punya sistem proteksi sendiri, lagi-lagi dalam hal ini kita harus mempertanyakan bagaimana peran orang tua,” ucapnya.

Dengan semakin majunya teknologi komunikasi dan informasi, tambah Almascatie, fenomena yang terjadi pada banyak keluarga saat ini adalah anak cenderung lebih cakap dalam menggunakan ponsel, komputer dan semacamnya dibanding orang tuanya, akibatnya orang tua sendiri tidak bisa menjalankan perannya dalam mengawasi anak dalam berteknologi.

“Orang tua harusnya bisa belajar untuk memahami bahwa bahaya internet seperti apa, seperti kemarin ada kasus penjualan anak di laman Instagram, orang memasang foto-foto anak dari orang lain yang diunggah sendiri oleh orang tuanya, itu kan bukan kesalahan si anak tapi orang tua yang memposting foto anak di media sosial secara terbuka,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh: