Jakarta, Aktual.com – Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, jika suara dentuman di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Sukabumi kemarin malam, merupakan pergeseran tanah atau gerakan longsor.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya catatan dalam sendor gempa.

“Ada salah satu sensor kita menunjukkan jika ada anomali di pukul 19:00:36 hingga 19:00:43 jadi hanya 7 detik saja dan ini masuk dalam kategori frekuensi rendah, jadi sepintas mirip dengan gerakan longsor atau pergerakkan tanah,” jelas Daryono melalui wawancara Pro3RRI, Minggu (31/1).

Daryono menjelaskan, jika daerah tersebut memang rawan longsor saat hujan deras mengguyur. Ia meyakini, adanya kaitan antara gerakan longsor tersebut dengan suara dentuman yang dilaporkan oleh masyarakat.

“Ternyata memang disana itu memang rawan longsor dan saat dilaporkan kejadian itu terjadi setelah hujan deras yang mengguyur, dan ada benang merah ini antara gerakan longsoran itu dengan suara gemuru itu, memang suara gemuru itu sering terjadi ketika proses longsoran atau pergerakan yang cukup besar dan itu tercatat oleh sensor gempa,” jelasnya kembali.

Daryono menegaskan, jika memang fenomena tersebut secara fisik terbukti. Hanya saja, ia belum bisa memastikan apakah didaerah tersebut terjadi longsoran atau tidak. Karena menurutnya, bisa jadi longsoran tersebut hanya terjadi di dalam tanah saja tanpa ada bukti diluar tanah yang bergeser.

Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya sendiri akan turun langsung ke tempat kejadian. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan titik terjadi longsor berkelanjutan.

“Maka dariitu nanti beberapa kawan dari kami akan mengecek langsuing kesana, jika nanti ada rekaan tanah yang memanjang itu harus kita waspadai  akan terjadi longsor. Jadi kalau longsoran ini memang bukan gempa, jadi kita tidak bisa untuk melokalisir tetapi yang pasti dalam waktu yang terjadi fenomena itu tercatat jadi kami tidak bisa memastikan titiknya,” tegasnya.(RRI)

(Warto'i)