Padang, Aktual.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pasang 16 unit Warning Receiver System Digital Video Broadcast (WRS DVB) atau alat penerima informasi kebencanaan di Sumatera Barat.

Alat itu diyakini bisa mempermudah koordinasi dan juga mengetahui peringatan dini terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Seperti info gempa, peringatan dini cuaca, serta indeks udara.

Kepala BMKG Kelas 1 Padang Panjang Rahmat Triyono mengatakan, pemasangan alat tersebut bisa mempercepat penyebarluasan informasi terkait kemungkinan terjadinya bencana alam atau mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana, serta peringatan dini.

Para pemangku kepentingan di kabupaten dan kota yang masuk zona rawan bencana, ujar dia, akan dapat lebih tanggap terhadap satu kemungkinan bencana. “Dengan koordinasi yang dapat lebih cepat dilakukan untuk pengambilan kebijakan penting terkait kebencanaan,” kata Rahmat, usai peresmian pemasangan dan sosialisasi DVB dan sumber gempa Sumbar, khususnya daerah Pasaman, di Lubuk Sikaping, Senin (21/9).

Dengan DVB ini, informasi yang didapat BMKG akan lansung dikirim ke setiap server yang ada, di kabupaten dan kota. Selain itu juga dikirim pesan singkat kepada nomor telepon selular yang telah terdaftar diserver yang didaftarkan oleh pemerintah masing-masing daerah.

Pihak BMKG menjelaskan, dengan adanya sitem ini, pihak pemerintah daerah akan lebih mudah mengambil keputusan, terhadap tindakan yang akan diambil, untuk meminimalisir dampak bencana.

16 DVB yang telah terpasang tersebut diantaranya enam di Kabupaten Mentawai, kemudian di Kota Padang, Pudalop Sumbar, pelabuhan Teluk Bayur, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan yang terbaru di Kabupaten Pasaman.

Sementara itu, pada tahun ini, juga akan dipasang dua DVB lainnya, di Kabupaten Pasaman Barat, dan Lantamal Dua. Selain itu, untuk enam DVB yang ada di Kabupaten Kepulauan Menatwai, empat di antaranya akan dipindahkan ke Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Pariaman.

“Untuk Mentawai empat DVB akan dipindahkan, karena daerah lain juga membutuhkan, dan disana dua DVB akan tetap ada yakni di Kepulauan Siberut serta Sikakap,” jelasnya.

Rahmat menambahkan, untuk Pasaman, kenapa DVB dipasang, sebab daerah ini termasuk daerah rawan bencana alam, salah satunya terhadap gempa bumi, dimana di kabupaten ini terdapat jalur patahan semangko, yang sewaktu-waktu dapat saja membahayakan penduduk sekitar.

“Dalam sejarahnya, pada tahun 1977, di Pasaman pernah terjadi gempa dengan kekuatan besar, sebab itu, kelengkapan sarana dan prasarana terkait kebencanaan harus terus ditingkatkan di daerah ini, salah satunya dengan pengadaan alat ini,” jelasnya.

BMKG berharap alat tersebut dapat dipergunakan dengan sebaiknya oleh pemerintah daerah, dalam membuat kebijakan, terkait kebencanaan, demikianjuga dengan informasi terhdap masyarakat diharapkan untuk dapat lebih cepat disampaikan.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pasaman sayuti Pohan, menjelaskan, dengan adanya alat ini, kebijakan strategis yang diambil terkait kebencanaan akan lebih baik, dimana setiap pihak yang bertanggungjawab dalam mengambil kebijakan dan menyampaikan informasi dengan tugas masing-masing.

“Dengan ini tanggungjawab tidak hanya ditangan BPBD, namun juga semua instansi dan pemangku kepentingan lainnya dalam penanggulangan dan antisipasi bencana sejak dini,” kata Pohan.

(Ant)

()