Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan menyatakan, wilayah ini mulai terlepas dari pengaruh Siklon Tropis Nuri, sehingga kini sering turun hujan.
“Pengaruh Siklon Tropis Nuri yang terjadi di selatan Filipina yang menyebabkan tarikan massa uap air di wilayah Sumsel dan Lampung terjadi selama pekan pertama November 2014, namun kini memasuki pekan kedua dan seterusnya mulai terlepas dari pengaruh tersebut serta diprakirakan akan sering turun hujan,” terang Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama, di Palembang, Minggu (9/11).
Dia menjelaskan, sebelumnya hujan diprakirakan mulai turun pada awal November ini, namun karena pengaruh dari Siklon Tropis Nuri peluang hujan di wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa dengan 17 kabupaten dan kota ini, sangat kecil.
“Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca, peluang hujan pada pekan pertama November sangat kecil, namun pada pekan kedua dan seterusnya intensitas curah hujan pada sebagian besar wilayah Sumsel mulai cukup tinggi berkisar 101 hingga 200 milimeter,” ujarnya.
Menurut dia, berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca pada awal hingga 6 November 2014, diprakirakan peluang hujan sangat kecil dikarenakan pengaruh Siklon Tropis Nuri.
Sesuai prakiraan pengaruh Siklon Tropis Nuri tidak berlangsung lama, setelah 6 November hujan sudah mulai merata di wilayah Sumsel, sehingga titik api yang mengakibatkan bencana kabut asap melanda Kota Palembang dan daerah sekitarnya dapat dipadamkan oleh guyuran air hujan, katanya lagi.
Dalam kondisi musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan sekarang ini, setelah selama ini lebih fokus mewaspadai kebakaran hutan dan lahan, kini perlu mengantisipasi terjadi bencana dampak negatif musim hujan.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada setiap musim hujan sering terjadi banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah, sehingga melihat kondisi tersebut masyarakat provinsi ini diimbau meningkatkan kewaspadaan atas potensi ancaman bencana tersebut.
Kewaspadaan yang tinggi diperlukan agar tidak banyak masyarakat yang menderita saat terjadi bencana tersebut, atau dapat diminimalkan korban jiwa dan harta benda ketika terjadi bencana pada suatu daerah rawan bencana, kata Indra.
Sebelumnya, Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sumsel MS Sumarwan mengatakan, untuk menghadapi musim hujan selama enam bulan ke depan, pihaknya berupaya menyiapkan bantuan tanggap darurat agar menghindari timbul masalah sosial akibat bencana tersebut.
Selain itu, selaku Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana), pihaknya juga akan terus memfasilitasi 800 sukarelawan Tagana untuk mengantisipasi bencana sebagai dampak musim hujan.
Kesiapsiagaan yang tinggi diperlukan agar para sukarelawan Tagana dapat membantu masyarakat di daerah rawan banjir dan tanah longsor secara cepat dan tepat, sekaligus mencegah terjadi masalah sosial akibat bencana tersebut, kata Sumarwan pula.

()