Singaraja, Aktual.com – Kepolisian Sektor Kota Singaraja, Bali menyelidiki kasus meninggalnya bocah bernama Kadek Satria Wiguna (2) ditemukan tewas terseret arus di aliran parit sejauh satu kilometer di wilayah Kelurahan Penarukan, Kota Singaraja.

“Kami sebelumnya sempat meminta keterangan dari orang tua korban dan beberapa tetangga,” kata Kepala Polsek Kota Singaraja, Kompol Nyoman Suarnata di Singaraja, Bali, Minggu (14/2).

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi tidak jauh dari rumah korban atau tepatnya di belakang Terminal Penarukan pada (13/2) pukul 14.00 Wita. Ketika itu, Satria Wiguna tidak dalam pengawasan orangtua.

Dikatakan, lokasi parit berada persis di depan rumah korban dimana sang ayah bernama Eka Priyatna diketahui sehari-hari berjualan palen-palen dan gas LPG di toko Cahya Artha, dan ibunya Suarningsih turut berjualan nasi kuning dan tipat cantok di warung berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

“Semula kami mendapatkan informasi di masyarakat ada anak kecil hilang, ketika di TKP pukul 14.00 Wita. Tanpa sepengetahuan orangtua korban, yang tengah melakukan aktivitas berjualan. Jarak TKP jatuh dan rumah korban sekitar 50 meter. Waktu dilakukan pencarian di parit dengan aliran air deras, dibantu masyarakat kami terkejut mendapati bocah tersebut tersangkut di sungai,” kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, Polisi dan warga yang menemukan bocah sekitar pukul 14.30 Wita dan bergegas membawa korban ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Buleleng.

“Korban dibawa ke UGD RSUD, dia meninggal dunia setelah diupayakan diselamatkan medis. Kondisi aliran parit itu sangatlah deras, jadi untuk bocah berumur dua tahun itu sangat membahayakan,” imbuh Suarnata.

Artikel ini ditulis oleh: