Jakarta, Aktual.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis catatan nilai ekspor Sulawesi Selatan pada Juli 2015 mengalami penurunan sebesar 11,3 persen dibanding nilai ekspor pada periode Juni 2015.

“Jadi ada penurunan 11,3 persen dari nilai US$ 147,3 juta pada Juni menjadi 130,6 juta pada Juli 2015,” ujar Kepala BPS Sulawesi Selatan, Nursam Salam, Rabu (19/8).

Nursam menuturkan, penurunan nilai ekspor Sulawesi Selatan berbanding terbalik dengan nilai impor Sulawesi Selatan yang justru mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

“Untuk periode Juli 2015, dibandingkan periode Juni 2015, Kenaikan nilai impor capai 185 persen,” tutur Nursam.

Nursam mengatakan, kenaikan yang cukup drastis untuk nilai impor Sulawesi Selatan ini menyebabkan terjadinya defisit anggaran.

” Ya karena impor sangat meningkat signifikan sehingga terjadi defisit anggaran,” ucapnya.

Pada Juni 2015, lanjut Nursam, nilai impor Sulawesi Selatan sebesar US$ 59,3 juta. Sedangkan pada periode Juli 2015 meningkat menjadi US$ 169,5 juta.

Nursam mengemukakan, komoditas impor terbesar Sulawesi Selatan didominasi oleh komponen pesawat terbang dengan nilai US$ 124 juta atau sekitar 73,2 persen dari total impor pada bulan Juli 2015.

Sedangkan periode Januari-Juli 2015 beber Nursam, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2014, kenaikan impor Sulawesi Selatan sebesar 15 persen.

()

()