Meski demikian, harga beras, yang selama ini menjadi salah satu komponen pembentuk inflasi nasional, mengalami penurunan dan menyumbang andil deflasi 0,06 persen.

Secara keseluruhan, kelompok bahan makanan mengalami inflasi tinggi pada April 2019 yaitu sebesar 1,45 persen diikuti kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,28 persen dan kelompok kesehatan 0,25 persen.

Selain itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,19 persen, kelompok sandang 0,15 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,12 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen.

“Untuk kelompok perumahan, penyebab inflasi adalah kenaikan tarif kontrak rumah dan tarif sewa rumah, karena adanya kenaikan harga barang untuk pemeliharaan rumah seperti semen, pasir, batu bata dan asbes,” ujar Suhariyanto.

Dari 82 kota IHK, sebanyak 77 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 1,3 persen dan terendah di Pare-Pare 0,03 persen.

(Abdul Hamid)