Semarang, Aktual.com — Sudjaka Martana-Fauzi Umar Lahji, pasangan calon dari perseorangan (independen) meramaikan bursa pendaftaran pasangan calon Pilkada Kota Pekalongan pada 9 Desember 2015 mendatang.

Mereka berbaju kemeja putih datang ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di jalan Sriwijaya Kota Pekalongan pada menit-menit terakhir penutupan pendaftaran, sekitar pukul 15.30 WIB, Selasa (28/7).

Secara kebetulan, keduanya mendaftar bersamaan dengan calon paslon dari partai Golkar, yakni dr Dwi Heri Wibowo-Tulis Sutarip, dimana sebelumnya sempat ditolak petugas KPU lantaran masalah legalitas formal dualisme kepengurusan.

Di hadapan pedukunganya, Sujaka Martana menyatakan siap menjadi Wali Kota Pekalongan bersama pasangannya untuk memperbaiki perubahan bagi rakyat Kota Pekalongan.

Hal senada dikatakan calon wakil wali kota Fauzi Umar Lahji, bahwa jabatan wali kota maupun wakil merupakan amanah dari Allah SWT. Menurut dia, jabatan tanpa amanah merupakan hal yang sia-sia. Sebab, manusia menjadi khilafah di muka bumi untuk memimpin.

“Maka kenapa saya ucapkan kalimat Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roijun. Itu kalimat tepat yang pantas diucapkan. Maka, jabatan amanah dari Allah SWT. Maka dari itu, kita kawal bersama searif-arifnya, dan sebaik-baiknya,” ujar dia.

Kedua paslon independen tersebut mendapatkan dukungan yang dibuktikan dengan surat pernyataan dan KTP sebanyak 25.381 orang. Meski begitu, syarat dukungan Paslon masih kurang 1.858 KTP, sehingga penyelenggara pemilu meminta agar melengkapi sebelum tanggal 4-7 Agustus 2015.

Artikel ini ditulis oleh: