Maulana Syarif Sidi Syaikh Dr. Yusri Rusydi Sayid Jabr Al Hasani saat menggelar Ta’lim, Dzikir dan Ihya Nisfu Sya’ban (menghidupkan Nisfu Say’ban) di Ma’had ar Raudhatu Ihsan wa Zawiyah Qadiriyah Syadziliyah Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation Jl. Tebet Barat VIII No. 50 Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Imam ibnu Athaillah dalam kitabnya al-Hikam mengatakan “Jika engkau ingin mengetahui kedududkanmu di sisi-Nya, maka perhatikanlah dimana Dia menempatkanmu”.

Syaikh Dr. Yusri Rusydi pernah menjelaskan kalam hikmah di atas, saat rihlah ilmiyahnya di Zawiyah Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan, pada April 2019. Ia mengatakan kalau engkau ingin mengetahui  kedudukanmu di sisi Allah maka lihatlah posisimu.

Jika posisimu berada di dalam ibadah, ketaatan dan kebaikan, maka ketahuilah sesungguhnya kamu di sisi Allah adalah orang baik dan jika posisimu di dalam kemaksiatan maka bergegaslah untuk keluar karena posisi maksiat adalah posisi jelek dan jauh dari Allah.

Jika berada di dalam ketaatan, maka bersyukurlah kepada Allah, karena Allah swt mencintai hamba-hamba-Nya yang taat, artinya engkau berada diposisi hamba yang dicintai.

Oleh karenanya bagi yang merasa didalam kemaksiatan, maka perlu baginya untuk menyadari keadaannya dan segera keluar dari kemaksiatan dengan bertaubat kepada Allah swt, sehingga ia keluar dari kehinaan menuju kebahagiaan dan kecintaan Allah karena Dia mencintai orang-orang yang bertaubat, sebagaimana firman-Nya “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Albaqarah [2]: 222).

Maka seseorang yang sedang dalam kemaksiatan haruslah segera berpindah dari posisi yang dibenci kepada posisi yang dicintai, karena orang yang bermaksiat itu ditelantarkan Allah, Allah membencinya, sebaimana Allah tidak menyukai orang-orang kafir.

Syaikh Dr. Yusri Rusydi menghimbau kepada seorang mukmin untuk mewaspadai keberadaannya, di posisi mana ia berada, jika di posisi yang baik, maka pujilah Allah dan teruslah dalam posisi tersebut dan jika berada di posisi yang tidak baik maka harus baginya untuk segera keluar dari posisi itu sehingga ia berpindah dari posisi kehinaan kepada posisi kebahagiaan. [Eko]

(Zaenal Arifin)