Anjing pelacak K-9 dari Polda Jawa Barat di kerahkan untuk menyisir reruntuhan bangunan rumah akibat banjir bandang di Kampung Bojong Sudika, Cimacan, Garut, Jawa Barat, Jumat (23/9). Hingga saat ini tercatat 23 warga yang hilang akibat kejadian banjir bandang yang menimpa Kota Garut Jawa Barat. Aktual/Tino Oktaviano

Batusangkar, Sumatera Barat, aktual.com – Tim gabungan penanganan bencana banjir bandang di Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, mengerahkan anjing pelacak guna mencari korban yang belum ditemukan.

Kepala Polres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas di Batusangkar, Minggu (14/10), mengatakan dua anjing pelacak dari Unit Satwa Sabhara Polda Sumatera Barat akan membantu mencari korban banjir yang belum ditemukan.

“Untuk mempermudah pencarian terhadap satu korban yang masih dinyatakan hilang terseret banjir, kamu melibatkan anjing pelacak,” katanya.

Ia mengatakan sejauh ini pencarian sudah dilakukan dengan menyisir area dalam radius enam kilometer dari titik penemuan korban sebelumnya.

Pencarian akan terus dilakukan sampai Daswirman (58), warga Payakumbuh yang dilaporkan hilang, ditemukan atau sampai masa tanggap darurat yang telah ditetapkan selama tujuh hari berakhir.

Evakuasi dan penanganan dampak bencana di Kecamatan Lintau Buo Utara melibatkan aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, Polri, organisasi perangkat daerah, sukarelawan dan masyarakat.

Sebanyak 45 personel dari Detasemen B Pelopor Brimob Padang Panjang juga ikut membantu. Banjir bandang di Lintau Buo Utara telah menyebabkan lima orang meninggal dunia.

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi menginstruksikan pencarian dan evakuasi korban diprioritaskan selama masa tanggap darurat.

 

 

Antara

(Novrizal Sikumbang)