Jakarta, Aktual.com – Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menilai, saat ini efek kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sudah mulai terasa di banyak negara.

Bagi pemerintah Indonesia, kata dia, perdagangan ekspor-impor akan terkena dampaknya, sehingga tahun depan neraca perdagangan bisa goyah.

“Saya melihat, efek Trump harus dilihat dampaknya bagi neraca perdagangan ya. Karena kebijakan (proteksi) Trump akan menggerus perdagangan China, sehingga permintaan terhadap produk kita akan berkurang,” tutur Chatib di Jakarta, Rabu (8/2).

Dia menegaskan, dengan berkurangnya permintaan komoditas dari China, maka peningkatan harga bahan komoditas yang mulai menaik tak akan berlanjut.

“Jadi, kebijakan proteksi Trump itu telah berjalan. Makanya pemerintah harus bergerak di tengah keterbatasan. Kita harus melihat pasar kita ASEAN sebagai kesempatan. Dan dunia usaha juga harus lihat pasar ASEAN bisa disebut pasar domestik,” tegasnya.

Sehingga, menurut ekonom senior ini, dengan adanya keterbatasan itu, laju perekonomian Indonesia juga akan terbatas.

“Pertumbuhan ekonomi yang realistis di 2017 itu adalah tetap 5%, paling tinggi bisa 5,1% atau 5,2%. Jangan karena optimis di tahun ini memproyeksi 6%. Tak akan tercapai itu (pertumbuhan 6%),” tegasnya.

(Busthomi)

(Arbie Marwan)