Presiden Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan Wapres Jusuf Kalla (kanan) saat memimpin Rapat Terbatas Kabinet membahas Kawasan Ekonomi Khusus Papua di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/6). Sebagai persiapan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sorong, Papua Barat, Presiden menginstruksikan agar jajarannya memastikan kesiapan lokasi, zonasi, lahan dan lain sebagainya, untuk menentukan apakah wilayah tersebut saat ini sudah benar-benar layak untuk disiapkan menjadi sebuah KEK untuk memajukan wilayah Papua. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/16

Jakarta, Aktual.com – Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan cuitan Twitter yang disampaikan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan pendapat pribadi yang harus dihormati dan bukan untuk sependapat atau tidak.

“Twitter itu sifatnya pendapat pribadi. Yaa silahkan saja. Bukan untuk sependapat atau tidak,” kata Wapres M Jusuf Kalla di Makassar, Sulsel, Minggu (22/1).

Presiden Ke-6 SBY mengeluarkan cuitan si Twitter pribadinya terkait kondisi negara dan bangsa. Di akhir tweet tertulis *SBY* atau tanda bahwa tweet ditulis langsung oleh SBY.

“Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar “hoax” berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*,” demikian tweet tersebut.

Menurut Jusuf Kalla, siapa saja boleh menyampaikan pendapat pribadinya selama tidak melanggar perundang-undangan. Karena itu pendapat siapapun harus dihormati.

Wapres mengaku tidak masalah dengan apa yang disampaikan oleh SBY tersebut.

“Tidak apa-apa, kita terima sebagai masukan,” kata Wapres. (Ant)

()