Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno Rachmawati Soekarnoputri menjadi pembicara dalam Sarasehan Kebangsaan di Jakarta, Sabtu (19/11/2016). Sarasehan tersebut mengangkat tema Papua Anak Bungsu Ibu Negeri. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Tersangka dugaan kasus makar Rachmawati Soekarnoputri, mengakui memberikan uang sebesar Rp.300 juta kepada seseorang bernama Alvin Indra dari kocek pribadi untuk logistik aksi di depan Gedung MPR/DPR/DPD pada 2 Desember 2016 lalu.

“Itu memang dari saya pribadi, hasil jerih payah saya bertahun-tahun,” ujar Rachmawati saat bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengungkapkan, uang itu bukanlah dari sponsor tertentu seperti dugaan Polri. Ia mengaku, uang tersebut adalah hasil dari pekerjaannya memimpin Universitas Bung Karno.

“Ada yang fitnah saya dapat sponsor. Ini Fitnah. Ini semua fitnah. Yang saya bilang ini saya duga ada ‘grand design’ untuk pembunuhan karakter kepada pejuang demokrasi. Kami pejuang demokrasi yang kritis ini dibungkam,” tegas dia.‎

Dia menegaskan, uang tersebut memang diberikan untuk peserta aksi yang akan berlangsung saat itu. Namun, Menurut Rachmawati, uang seperti itu merupakan hal yang biasa di dunia aktivis.

“Betul itu saya yang kasih. Waktu itu kan mereka mau demo saya kasih logistik. Mereka minta logistik makan minum. Saya ini kan hidup di dunia kampus ya saya biasa itu kasih transport. Kalau 300 juta dibagi 20 ribu orang berapa itu? 15 ribu ya, apa cukup itu? Paling cuma makan bakso,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Polisi melacak adanya aliran dana dari para tersangka makar yang diduga akan digunakan untuk aksi ke MPR/DPR. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebutkan bahwa dana itu mengalir dari Rachmawati Soekarnoputrike Alvin Indra Al Fariz.

“Rachmawati cairin deposito Rp 300 juta dikirim ke rekening Alvin Indra,” kata Argo.

Polisi melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menelusuri transaksi para tersangka makar.

“Uang itu untuk logistik makan minum massa yang akan berunjuk rasa di gedung DPR dan MPR,” ungkap Argo.

 

Laporan: Nailin

()