Jakarta, aktual.com – Direktur Eksekutif Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI), Ahmad Himawan menilai bahwa mengiklankan suatu produk yang haram dikonsumsi dengan mencantumkan simbol agama sebagai sebuah tindakan yang menunjukkan etika bisnis buruk.

“Pernyataan mengolok-olok simbol agama demi sebuah iklan produk dalam kasus Holywings ini menunjukkan sudah parahnya etika bisnis serta menunjukkan karakter anak bangsa yang sudah hilang rasa sensitifitas spiritualnya. Ini juga sebenarnya akibat dampak sering mengkonsumsi hal-hal yang haram,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Rabu (29/6).

Jika dengan alasan kreativitas, menurutnya, kreativitas yang kebablasan dan itu merupakan perbuatan yang tidak lucu. Meskipun sudah meminta maaf dan dihukum harus tetap ada tindakan yang lebih keras lagi terhadap Holywings.

“Jika alasan karena kreativitas marketing maka ini sudah kebablasan. Sungguh iklan yang tidak lucu, Meskipun sudah meminta maaf dan dihukum perlu tindakan lebih keras agar bisa menimbulkan efek jera,” tegas Ahmad Himawan.

Oleh karena itu, menurut Himawan, sudah seharusnya Negara mengeluarkan peraturan baru tentang UU Minuman Beralkohol (UU Minol) karena minuman beralkohol ini walaupun memiliki sisi ekonomis akan tetapi memberikan dampak yang buruk bagi Negara dan masyarakat.

“Peredaran minuman beralkohol memang menyisakan pekerjaan rumah, disatu sisi memang menghasilkan pemasukan karena ada nilai ekonomis, tapi disisi lain jika tidak dibuat tertib bisa mengakibatkan kerusakan,” ucapnya.

(Rizky Zulkarnain)