Jakarta, Aktual.com — Wanita sangat beresiko terkena kanker payudara. Minimnya pengetahuan masayarakat akan bahaya kanker tersebut membuat jumlah kematian akibat kanker payudara meningkat.

Dikatakan oleh Dr Hardina Sabrida, MARS, selaku penanggung jawab deteksi dini dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, jika deteksi dini dilakukan maka ada kemungkinan kanker payudara bisa diatasi.

“Kanker payudara pada stadium 0-1 itu 90 persen dapat disembuhkan, namun banyak yang datang saat kanker sudah pada stadium lanjut. Oleh sebab itu deteksi dini itu penting,” demikian kata Dr. Hardina, kepada Aktual.com, saat berbicara dalam diskusi media bertajuk ‘Kanker Payudara Bukan Tabu, Semua Berhak Tahu’, di Jakarta, Jumat (18/12).

Untuk mendeteksi kanker payudara tersebut, menurut dokter Hardina, ada beberapa cara. Salah satunya yaitu, sadari dan kenali payudara Anda sendiri.

“Menyadari payudara kita sendiri, dapat dilakukan sebulan sekali. Waktu yang tepat untuk melakukan Sadari adalah setelah hari pertama selesainya menstruasi,” terang dokter Hardina.

Meski begitu, Hardina mengingatkan, bahwa sadari juga tidak bisa menggantikan peran dokter atau tenaga medis terlatih dalam melakukan pemeriksaan secara klinis.

Anda tetap dianjurkan memeriksa secara klinis dalam kurun waktu tiga tahun sekali pada wanita usia 20-39 tahun, dan wanita di atas 40 tahun dianjurkan pemeriksaan setahun sekali.

Adapun gerkan sadari yang harus dilakukan yaitu 3D (Dilihat, Diraba, dan Di pencet). Untuk perabaan, bisa menggunakan ujung tiga jari. Yakni, jari telunjuk, jari tengah dan jari manis yang dirapatkan. Sementara itu, area yang dicermati yakni, seluruh bagian payudara hingga garis kancing kemeja dan tulang kerah kemeja atau tulang selangkaan.

Dr.Hardina menambahkan, deteksi dini itu sangat penting, karena membantu menekan jumlah penderita kanker payudara.

“Dengan mengetahui lebih dini tanda-tanda kanker payudara, maka risiko lanjut dari kanker payudara pun dapat berkurang,” tutup ia.

()