Tentara Ukraina terlihat digelarkan di perbatasan Ukraina-Rusia dalam foto bertanggal 24 Januari 2022. Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana menggelarkan ribuan tentara, kapal perang dan pesawat tempur di Eropa timur dan negara-negara Baltik seiring meningkatnya krisis Ukraina setelah Rusia menumpuk pasukannya di perbatasan Ukraina-Rusia. (Handout / Latin America News Age/Handout / Latin America News Age)

Berlin, Aktual.com – Pemerintah Jerman pada Sabtu (19/2) mendesak warga negaranya untuk segera meninggalkan Ukraina, sementara maskapai penerbangan Jerman Lufthansa berencana untuk menangguhkan sebagian penerbangan ke dan dari Ukraina mulai Senin (21/2).

“Konflik militer bisa terjadi kapan saja … Tinggalkan negara itu sebelum terjadi,” kata Kantor Luar Negeri Federal Jerman dalam instruksi keamanan melalui situs resminya.

Sementara itu, Lufthansa, maskapai penerbangan nasional dan yang terbesar di Jerman, mengumumkan akan menangguhkan penerbangan regulernya ke Kiev dan Odessa hingga akhir Februari mendatang.

Beberapa penerbangan tertentu masih akan beroperasi pada Sabtu dan Minggu (20/2) untuk menawarkan opsi perjalanan kepada mereka yang telah memesan tiket pesawat.

Bagi mereka yang terdampak oleh pembatalan penerbangan akan diinformasikan dan dilakukan pemesanan ulang dengan penerbangan alternatif, kata perusahaan itu.

Namun demikian, pihak Lufthansa mengatakan penerbangan menuju Lviv di Ukraina barat akan berlanjut secara rutin.

Sebelumnya dikabarkan bahwa ketegangan meningkat di perbatasan Rusia dan Ukraina. Bahkan seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat mengatakan, lebih dari 40 persen pasukan Rusia di perbatasan Ukraina sekarang dalam posisi siap untuk menyerang dan Moskow telah memulai kampanye destabilisasi.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (19/2/2022), pejabat yang tak mau disebut namanya itu mengatakan bahwa AS telah mengamati pergerakan yang signifikan di dekat perbatasan Ukraina sejak Rabu (16/2) lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Antara
A. Hilmi