Jakarta, Aktual.com — Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang disertai dengan penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Dino menilai aksi tersebut menandai pergeseran serius dalam tatanan global dimana hukum rimba muncul dan melemahnya hukum internasional.

“Invasi militer dan penangkapan atau penculikan Presiden Venezuela, Maduro, oleh AS menandakan bahwa hukum rimba telah menggantikan hukum internasional,” kata Dino melalui akun X resminya, @dinopattidjalal, dikutip Aktual.com, Minggu (4/1/2026).

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat periode 2010–2013 itu menilai tindakan Washington mencerminkan praktik kesewenang-wenangan negara adidaya terhadap negara lain. Menurutnya, kekuatan militer digunakan secara sepihak tanpa mengindahkan prinsip kedaulatan dan mekanisme hukum internasional.

“Negara yang kuat merasa berhak melakukan aksi ‘semau gue’ terhadap negara lain,” ujarnya.

Dino menegaskan agresi militer AS terhadap Venezuela menjadi indikator bahwa dunia tengah memasuki fase tatanan global yang semakin berbahaya dan tidak stabil.

“Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order,” tegasnya.

Atas peristiwa tersebut, Dino mempertanyakan sikap dan respons komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) serta negara-negara G7. Ia juga menyoroti pentingnya sikap kawasan Amerika Latin dalam merespons agresi tersebut.

Tak hanya itu, Dino turut mempertanyakan posisi politik luar negeri Indonesia dalam menyikapi perkembangan geopolitik yang dinilainya mengancam prinsip hukum internasional.

“Bagaimana sikap DK PBB? Sikap G7? Bagaimana sikap Amerika Latin? Bagaimana sikap Indonesia? Ini ujian bagi politik luar negeri bebas aktif yang berlandaskan pada prinsip,” tulisnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump mengumumkan bahwa AS telah melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela. Ia juga mengklaim Presiden Nicolás Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut.

“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolás Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi