Menteri ESDM Sudirman Said (kedua kiri) berbincang bersama Menteri Perindustrian Saleh Husin (ketiga kiri), Kepala Bapenas Sofyan Djalil (kiri) dan Senior Vice President Geo Services PT Freeport Indonesia Wahyu Sunyoto (kanan) saat meninjau tambang terbuka Grasberg saat melakukan kunjungan kerja di area PT Freeport Indonesia, Timika, Papua, Sabtu (19/9). Kunjungan tersebut dalam rangka mengevaluasi kinerja operasi tambang PT Freeport Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/NZ/15

Jakarta, Aktual.com — Menteri ESDM Sudirman Said yang saat ini tengah berada dalam rombongan negara berkunjung ke Amerika Serikat membantah kabar yang menyebut dirinya melakukan pertemuan khusus dengan pihak Freeport.

“Dengan Amerika serikat kan kerjasama investasi kita sudah lama dan amat luas. Di sektor ESDM hampir semua sub sektor kita bekerjasama dengan Amerika Serikat, mulai dari minyak, gas, ketenagalistrikan, mineral, dan energi terbarukan,” kata Sudirman dalam keterangan resminya kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/10).

Ia menegaskan, di Washington DC, ada beberapa pertemuan dengan investor migas dan ketenagalistrikan tanpa ada pertemuan khusus dengan pihak Freeport. Dari 14 busines deal, 11 diantaranya dari sektor ESDM.

“Urusan dengan Freeport kan sementara sudah selesai dengan surat dari Kementerian ESDM. Kita membahas hal-hal lain yg lebih luas,” tukas dia.

“Yang terbanyak adalah investasi di bidang ketenagakistrikan, energi bersih, dan migas,” tutupnya.

Sebelumnya lewat siaran pers Kementerian ESDM disebutkan Menteri ESDM turut diundang pada sesi Roundtable Discussion dengan General Electric, ConocoPhillips, dan Freeport McMoran yang bertujuan untuk mendapatkan rencana investasi di Indonesia. Namun beberapa saat kemudian rilis tersebut ditarik oleh ESDM dengan alasan yang belum diketahui.

(Arbie Marwan)