Rejang Lebong, aktual.com – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu saat ini menyediakan empat lokasi yang dijadikan tempat penampungan sementara (TPS) sampah buangan warga di daerah itu.

Kepala DLH Rejang Lebong, Dharmansyah di Rejang Lebong, Jumat, mengatakan jumlah TPS yang mereka sediakan itu bisa dimanfaatkan warga yang berada dalam wilayah perkotaan sehingga tidak membuangnya di sembarang tempat, karena bisa mengotori lingkungan dan menyebabkan banjir.

“Saat ini TPS yang kita siapkan ada empat lokasi, pertama di kawasan Sukowati, kemudian di Pasar Atas, Pasar Bang Mego serta di wilayah Kelurahan Timbul Rejo,” ujar dia.

Jumlah TPS yang mereka siapkan ini jumlahnya lebih sedikit dari tahun sebelumnya, karena adanya keberatan dari masyarakat yang menolak wilayah mereka dijadikan tempat penampungan sampah sementara.

Sampah buangan dari masyarakat Rejang Lebong yang berada di wilayah perkotaan ini terutama Kecamatan Curup, Curup Tengah, Curup Selatan, Curup Timur, dan Kecamatan Curup Utara serta beberapa kecamatan lainnya setiap harinya diangkut ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Dusun Jambu Keling, Kecamatan Bermani Ulu.

Sejauh ini volume sampah yang dibuang oleh masyarakat baik dari rumah tangga maupun pasar dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong kata dia, per harinya mencapai 39 ton, di mana jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelumnya berkisar 30 ton per hari.

Untuk mengangkut sampah buangan masyarakat ini, pihaknya menerjunkan ratusan petugas kebersihan dengan didukung 17 armada terdiri truk, mobil pick-up, truk amrol dan sepeda motor roda tiga serta puluhan unit gerobak sampah.

“Alhamdulillah tahun ini kita mendapat tambahan armada berupa motor gerobak sebanyak 30 unit dari Kementerian LHK. Motor gerobak akan kita distribusikan ke 15 kecamatan termasuk kelompok swadaya masyarakat,” tambah dia lagi. [Eko Priyanto]

(Zaenal Arifin)