Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meyampaikan sambutan saat peresemian Klinik Elektronik Laporan Kekayaan Penyelenggaraan Negara (e-LHKPN) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/2). Program kerjasama DPR dan KPK membentuk klinik e-LHKPN untuk mempermudah anggota DPR mengisi dan memperbaharui LHKPN. Pengisian LHKPN menggunakan system online. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mencurigai ada kekuatan tertentu berupaya mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui adu domba umat beragama serta serbuan narkoba.

“Terus terang saya galau melihat dua persoalan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini,” kata Bambang Soesatyo, melalui siaran persnya di JAkarta, Rabu (28/2).

Menurut Bambang Soesatyo, kedua persoalan itu adalah adanya upaya adu domba antarumat beragama serta serbuan narkoba dalam jumlah sangat besar ke Indonesia.

Politisi Partai Golkar ini menilai, pada tahun politik saat ini, ada pihak-pihak yang berupaya menggoyahkan NKRI dengan cara mengusik kerukunan umat beragama.

“Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan merusak rumah ibadah dan melakukan penyerangan terhadap pemuka agama,” katanya.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menegaskan, Negara Indonesia tidak boleh diam terhadap semua upaya yang berusaha memecah keutuhan NKRI dengan mengadu domba kerukunan antarumat beragama.

“Negara harus hadir untuk menjaga dan melindungi seluruh warga negara Indonesia,” katanya lagi.

Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo ini melihat, serbuan narkoba dalam jumlah sangat besar ke Indonesia merupakan ancaman serius untuk memecah keutuhan NKRI.

Berdasar informasi yang diperoleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dari intelijen Tiongkok, menyebutkan ada sekitar lima ton narkoba jenis sabu-sabu senilai sekitar Rp10 triliun menuju perairan Indonesia.

“Ketika informasi itu ditindaklanuti, aparat keamanan Indonesia berhasil melakukan tiga kali tangkapan upaya penyelundupan narkoba ke Indonesia dalam jumlah sangat besar,” katanya pula.

Bamsoet menjelaskan, tangkapan pertama sebanyak satu ton sabu-sabu di perairan Pulau Batam pada 9 Februari 2018.

Tangkapan kedua sebanyak 1,6 ton sabu-sabu juga di perairan Pulau Batam pada 20 Februari.

Kemudian, tangkapan ketiga sebanyak tiga ton sabu-sabu di perairan Kepulauan Riau.

“Semua sabu-sabu itu dibawa menggunakan kapal berbendera asing untuk masuk ke Indonesia,” katanya lagi.

Menurut Bamsoet, berdasarkan info yang dari BNN, masih ada sekitar 600 ton bahan baku sabu-sabu berkualitas tinggi yang akan memasuki Indonesia.

 

Ant.

()