Empat tersangka WNA asal China daratan yaitu Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43), dan Liu Yin Hua (63) dijaga saat konferensi pers kasus penyelundupan 1,6 ton sabu di kantor Dit Narkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (27/2/18). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com — Berhasilnya pengagalan penyelundupan narkotika melalui jalur laut ke Indonesia dipandang sebagai langkah positif. Namun sukses ini juga dipandang sebagai momentum perbaikan alat utama sistem senjata (alutsista) dan alat komunikasi (IT) guna memperoleh hasil lebih maksimal agar negara terbebas dari penyelundupan narkoba.

Menurut anggota Komisi III DPR Ahmad Sahron pemberantasan narkoba jangan secara parsial atau mengedepankan ego masing-masing institusi.

“Penggagalan penyelundupan ini menggambarkan semakin gencarnya upaya membebaskan Indonesia dari narkoba. Sinergitas harus dijaga, jangan masing-masing merasa hebat dan ingin mengedepankan citra kinerjanya lebih dulu,” kata Sahroni, Minggu (25/2).

Sedangkan untuk peningkatan alutsista tak hanya mengedepankan kehebatan atau wewenang salah satu instansi belaka. Selain Polri dan Bea Cukai, alutsista TNI AL juga harus ditingkatkan sebagai lenjaga kedaulatan di Indonesia, khususnya di jalur masuk laut.

Demikian pula untuk alat komunikasi, semua alat komunikasi yang ada di semua instansi harus lebih canggih dari milik para penyelundup. Modernisasi alutsista dan alat komunikasi mutlak dilakukan karena diyakini jumlah narkoba yang berhasil masuk ke Indonesia lebih besar dari yang tertangkap.