Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menunggu di ruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/6). KPK memeriksa Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi bersama dua Anggota DPRD DKI Selamat Nurdin dan Achmad Zairofi sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembahasan Raperda reklamasi Teluk Jakarta dengan tersangka Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./ama/16

Jakarta, Aktual.com – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta kepada Fraksi Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk segera memutuskan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta.

“Katanya hari ini mau ke fraksi kami PDI Perjuangan, silakan saja buka visi misi dia. Masalah Jakarta ini bukan hal yang gampang ya. Masalahnya ‘complicated’ dan saya juga kasihan dengan Pak Anies,” kata Prasetyo di gedung KPK, Jakarta, Rabu (23/1).

Adapun kedatangan Prasetyo ke gedung KPK untuk melaporkan harta kekayaannya atau biasa disebut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan jika dua partai tersebut sudah mengakukan nama yang diusung, maka akan ada surat yang dikirim ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Nanti kalau surat dari pengusungnya Gerindra dan PKS sudah ke Pak Gubernur, pasti ke saya. Di situ ada pembahasan (di DPRD) harus kuorum karena menyebut nama, terbuka tertutup, nah nanti diatur,” ucap Prasetyo.

Ia mengaku sampai saat ini belum tahu nama-nama yang akan diusung dari dua partai itu.

Artikel ini ditulis oleh: