Rosan P. Roeslani, Ketua Umum KADIN Indonesia menerangkan bahwa sejak Januari hingga Mei 2021 tercatat sebanyak 22.786 perusahaan telah mendaftarkan karyawannya sebagai peserta program Vaksinasi Gotong Royong, termasuk Unilever Indonesia. Antusiasme ini membawa harapan bagi peningkatan derajat kesehatan sekaligus berdampak langsung bagi pemulihan ekonomi disaat yang bersamaan.

Unilever Indonesia dan 18 perusahaan lain ditunjuk untuk mengawali pelaksanaan program Vaksinasi Gotong Royong mengingat selama pandemi terus beroperasi dengan protokol kesehatan yang terukur. Perusahaan-perusahaan ini juga tetap mengutamakan perlindungan karyawan dari sisi keselamatan dan ketenagakerjaan, dan berkontribusi pada upaya penanganan krisis melalui berbagai bentuk bantuan.

“Untuk membangun herd immunity dalam waktu sesingkat-singkatnya, diperlukan partisipasi aktif berbagai pihak termasuk dunia usaha yang memainkan peran penting dalam melindungi karyawannya dan dalam pemulihan ekonomi negara. Sesuai arahan pemerintah, untuk tahap satu ini diutamakan perusahaan yang berada di sektor manufaktur,” tegas Rosan.

Ira Noviarti dalam keterangan pers menjelaskan, Unilever Indonesia mendukung kesuksesan program vaksinasi nasional melalui tiga pilar: Pilar edukasi masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi, pilar logistik dalam bentuk bantuan ribuan kabinet pendingin untuk menyimpan vaksin, dan pilar keselamatan karyawan yang diwujudkan melalui partisipasi penuh dalam program Vaksinasi Gotong Royong, yang pada hari ini resmi dimulai dan ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Ini adalah langkah awal yang sangat baik. Kami optimis bahwa dengan dukungan yang kuat dari Bapak Presiden beserta jajaran, Unilever Indonesia dalam waktu dekat akan dapat melaksanakan vaksinasi untuk semua karyawan yang telah mendaftar untuk ikut program ini. Dengan semakin meratanya program vaksinasi di Indonesia, kondisi kesehatan masyarakat akan membaik, dan perekonomian bisa segera pulih. Untuk itu #MariBerbagiPeran bergotong royong dukung Indonesia Bangkit,” tutup Ira.

(Zaenal Arifin)
1
2