Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada hari ini berpeluang kembali menguat setelah di awal pekan melemah tipis.

“Pagi ini mata uang kuat Asia yen, dolar Hong Kong, dan dolar Singapura, kompak dibuka menguat terhadap US dolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini,” kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Selasa (15/10).

Dari eksternal, neraca perdagangan China masih surplus walaupun ekspor turun. Neraca perdagangan China pada September tercatat surplus sebesar 396,5 miliar dolar AS, naik dibandingkan Agustus yang sebesar 348,26 miliar dolar AS.

Nilai ekspor tercatat sebesar 2.181,25 miliar dolar AS dan impor tercatat sebesar 1.784,74 miliar dolar AS. Ekspor tercatat turun 3,2 persen (yoy) pada September tersebut, dibandingkan Agustus yang turun 1 persen (yoy), dan diatas ekspektasi konsensus yang perkirakan turun 3 persen (yoy).

Penurunan tersebut terutama terjadi untuk ekspor ke Amerika Serikat (AS) yang turun hingga 17,,8 persen (yoy), sementara ekspor justru tumbuh naik ke Jepang, Uni Eropa, Korea Selatan Taiwan, dan ke negara-negara ASEAN.

(Abdul Hamid)