“Kesepakatan fase pertama dengan AS yang akan ditandatangani lima minggu mendatang menjadi harapan membaiknya ekspor China terutama ke AS,” ujar Lana.

Turunnya ekspor tersebut berdampak pada potensi pertumbuhan ekonomi China menjadi 6,2 persen dari proyeksi awal 6,4 persen pada 2019.

Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak menguat di kisaran Rp14.120 per dolar AS hingga Rp14.130 per dolar AS.

Pada pukul 9.50, rupiah masih melemah 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.143 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.140 per dolar AS.

(Abdul Hamid)