Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan bergerak menguat pasca pelantikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 Minggu (20/10).

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, usai pelantikan presiden, rupiah diprediksi menguat seiring dengan positifnya mata uang Asia.

“Pagi ini mata uang kuat Asia yen, dolar Hong Kong dan dolar Singapura dibuka menguat terhadap US dolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini,” ujar Lana, Senin (21/10).

Dalam pidato perdananya, Presiden Jokowi menyampaikan lima tahapan besar yang menjadi perhatiannya dalam periode kedua kepemimpinannya, yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan kendala regulasi termasuk akan menerbitkan dua undang-undang besar, yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Kelima tahapan ini sebagai upaya meraih cita-cita di tahun 2045 dengan pendapatan per kapita mencapai Rp320 juta, dengan Produk Domestik Bruto Nominal mencapai 7 triliun dolar AS, menjadi lima besar ekonomi dunia, dengan kemiskinan mendekati nol persen.

Dari eksternal, ekonomi China tumbuh 6 persen pada Kuartal III-2019, melambat dari 6,2 persen pada Kuartal II-2019, dan 6,4 persen pada Kuartal I- 2019. Kinerja tersebut dibawah ekspektasi konsensus 6,1 persen, dan terendah sejak Kuartal I-1992.

(Abdul Hamid)