Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu pagi balik menguat seiring penundaan pengenaan tarif impor terhadap produk-produk China oleh Amerika Serikat.

Pada pukul 9.40 WIB, rupiah bergerak melemah 83 poin atau 0,58 persen menjadi Rp14.242 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.325 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan pasar kembali positif dengan penundaan pengenaan tarif oleh AS tersebut.

“Pasar global kembali positif merespon keputusan pemerintah AS menunda pengenaan tarif 10 persen terhadap barang-barang impor China senilai 300 miliar dolar dari rencana awal 1 September 2019 menjadi 15 Desember 2019, termasuk ada beberapa jenis produk yang dikeluarkan dari daftar yang terkena tarif,” ujar Lana, Rabu (14/8).

Penundaan tarif tersebut dilakukan setelah China melakukan pembalasan untuk tidak membeli produk-produk pertanian AS.

“Pelaku pasar global masih memfaktorkan isu perang dagang ini menjadi risiko utama saat ini,” kata Lana.

Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak menguat di kisaran Rp14.300 per dolar AS hingga Rp14.320 per dolar AS.

(Abdul Hamid)