Menko Darmin: Rupiah Menguat Karena Upaya Spekulasi Berhenti
Petugas menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang BNI Melawai, Jakarta, Selasa (15/9). Nilai tukar rupiah terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang Federal Open Market Committee (FOMC), Selasa (15/9) menyentuh level Rp 14.408 per dolar AS atau melemah 0,52 persen dibandingkan hari sebelumnya Rp 14.333 per dolar AS. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/15

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Jumat, menguat menjadi Rp14.137 per dolar AS menyusul spekulasi pasar terhadap The Fed yang akan memangkas suku bunga.

“Laporan data ekonomi Amerika Serikat yang lemah telah memicu spekulasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan The Fed,” kata Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (4/10).

Terpantau, rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi, bergerak menguat sebesar 36 poin atau 0,25 persen menjadi Rp14.137 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.173 per dolar AS.

Ariston mengemukakan indeks manufaktur AS yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) mengalami kontraksi ke level 47,8 di bulan September. Setiap angka di bawah level 50 memberi sinyal kontraksi.

Sedangkan, indeks nonmanufaktur dari ISM di level 52,6 untuk periode September. Sebelumnya para ekonom memperkirakan di level 55,3.

Sementara itu, Automatic Data Processing (ADP) menunjukan jumlah tenaga kerja di sektor swasta di Amerika Serikat di bulan September hanya meningkat 135.000, sedikit lebih rendah dari estimasi pasar untuk kenaikan 140.000.

(Abdul Hamid)