Jakarta, Aktual.com – Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengaku kooperatif dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, ia tetap tidak mau menjelaskan ke publik saat dikonfirmasi dugaan suap yang ia terima dari perusahaan asal Inggris, Rolls Royce.

“Saya mau kooperatif. Kalau materi pemeriksaan tanya penyidik,” ujar Emirsyah usai diperiksa penyidik KPK, Jakarta, Rabu (1/3).

Emirsyah hari ini diperiksa penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan suap pembelian pesawat Airbus dan mesin pesawat Airbus buatan Rolls Royce oleh PT Garuda Indonesia. Tepatnya saksi untuk tersangka Soetikno Soedarjo.

Emirsyah sendiri juga menyandang status tersangka kasus dugaan suap tpembelian pesawat dan mesin Airbus oleh PT Garuda Indonesia. Chairman MatahariMall.com itu diduga menerima suap dari Soetikno selaku agen Rolls Royce di Indonesia.

KPK memperkirakan, uang suap untuk Emirsyah senilai 4 juta dolar Amerika Serikat. Rinciannya, 2 juta dolar dalam bentuk uang, sisanya dalam bentuk barang, seperti kondominium. Namun, total 4 juta dolar itu hanya untuk pembelian mesin pesawat buatan Airbus.

Diduga suap tersebut merupakan iming-iming dari Rolls Royce melalui Soetikno agar PT Garuda Indonesia membeli mesin pesawat Airbus buatan mereka.

M Zhacky Kusumo

(Nebby)