Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri non aktif Irjen Pol. Ferdy Sambo

Jakarta, Aktual.com – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskndarsyah menduga adanya oknum politisi dibelakang Mantan Kadiv Propam Mabes Polri Ferdy Sambo (FS) tersangka tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Buat saya tak mungkin seorang FS melakukan ini tanpa merasa ada backup dari politisi, kita lihat saja sama-sama nantinya ujung perkara ini sampai akhir,” kata Iskandar dalam keterangan persnya, Kamis (18/8).

Ia yakin sekali bahwa pada akhirnya ada politisi dibelakang FS selama ini, apalagi kasus ini merambat kepada bisnis-bisnis haram yang mulai mencuat ke publik.

“Hari ini politisi nya sedang tiarap dan mengatur strategi supaya selamat dan tidak terbawa-bawa” kata Iskandar.

“Jangan semua dilimpahkan kesalahan kepada FS semua, oke lah kasus terhadap tewasnya Brigadir J, hanya itu, tapi kalau dibongkar terkait keterlibatannya di bisnis panas di republik ini tak mungkin tak ada politisi besar disini yang juga ikut terlibat,” ungkapnya.

Pria yang akrab dipanggil Mas Is ini mengatakan dirinya tak menuduh, ia melihat tak adil kalau FS terus disudutkan dengan kasus-kasus lain. “Politisi nya aja suruh ngaku yang selama ini menggunakan FS sebagai tamengnya, jangan sudah ramai begini mabur semua”.

Ia melanjutkan isu kekuatan hukum dan kekuatan politik yang melindungi bisnis haram di negeri ini, sudah lama terjadi di negeri ini.

“Jadi jangan tutup mata tutup telinga lah. Ya judi, prostitusi, narkoba dan semua yang aneh-aneh, pasti dua kekuatan ini yang mampu menjaganya, Jadi tak perlu jadi malaikat palsu lagi di negeri ini”.

“Rakyat sudah paham kok, publik sudah cerdas, jadi jangan lah dikecoh sama hal-hal yang aneh”.

“Sudahlah mengaku siapa-siapa politisi dibelakang FS, jadi jangan FS terus yang dijadikan bemper mereka. Mereka (Politisi) suka juga kok bisnis haram, mari kita lihat kasus ini sampai tuntas, apabila ada rentetan ke arah bisnis yang disebut-sebut di media, saya yakinkan politisi kita ada yang terlibat,” kata Iskandar mengakhiri wawancaranya.

(Dede Eka Nurdiansyah)