Yogyakarta, Aktual.com – Film “Surga Yang Tak Dirindukan” yang diadaptasi dari novel karya Asma Nadia diharapkan dapat menembus “box office”.

“Film itu sungguh menarik, karena kental dengan budaya Indonesia dan bercerita tentang cinta, kesetiaan, dan keikhlasan,” kata Produser Film Surga Yang Tak Dirindukan (SYTD) Manoj Punjabi di Yogyakarta, Kamis (9/7).

Menurut dia, budaya Indonesia dalam film itu sangat kental, tetapi dikemas dalam kekinian, sehingga memiliki kelas tersendiri.

Film yang disutradarai Kuntz Agus serta dibintangi artis-artis papan atas itu, kata dia, sangat menarik, karena ceritanya mengalir dengan sangat wajar dan dekat dengan keseharian kehidupan masyarakat.

“Kisahnya bisa dialami siapa saja, bahwa sesuatu yang mungkin bertentangan dengan norma kehidupan, karena keadaan dan dalam keterpaksaan akhirnya harus dimaklumi,” katanya.

Ia mengatakan banyak pesan moral yang terkandung dalam film itu, tersirat dengan cara yang berbeda tanpa harus menggurui.

“Film seperti itulah yang saya anggap memenuhi standar ekspektasi saya dalam memproduksi sebuah film berkualitas,” katanya.

Menurut dia, film yang pengambilan gambarnya memakan waktu sekitar satu bulan di Yogyakarta itu memang digarap secara serius. Ceritanya tentang sepasang suami istri yang saling setia dan telah dikarunia seorang anak.

“Sampai suatu saat, pernikahan mereka diuji setelah sang suami menolong seorang gadis yang mengalami kritis karena kecelakaan,” katanya.

Ia mengatakan film SYTD mendapat kehormatan sekaligus kesempatan enam “gala premiere” di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Medan, dan Makassar sebelum peluncurannya pada 15 Juli 2015.

Selain itu, film SYTD juga dibintangi artis-artis yang telah punya nama seperti Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, Raline Shah, Zaskia Adya Mecca, Kemal Pahlevi, Tanta Ginting, Sandrina Michelle, Vitta Mariana, RAY Sitoresmi, dan Landung Simatupang.

“Theme song film itu digarap musisi andal Melly Goeslaw dan Anto Hoed, dan dinyanyikan diva Indonesia Krisdayanti. Oleh karena itu, saya merasa harus ‘all out’ mempromosikannya,” kata Manoj.

(Ant)

()