Jakarta, Aktual.com — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mendeklarasikan Gerakan Disiplin Nasional dalam Rangka Mewujudkan Karakter Bangsa di Lapangan Monumen Nasional, Ahad, 29 November 2015.

Tjahjo mengatakan perilaku disiplin merupakan upaya pembentukan karakter bangsa dan tentunya berimbas pada pembangunan nasional.

“Mulai dari yang kecil seperti datang tepat waktu, membuat sampah pada tempatnya, ikut upacara, dan lain sebagainya,” kata Tjahjo sebelum melepas 1500 peserta lari.

Tjahjo menuturkan, aparatur negara harus mencontohkan perilaku disiplin kepada masyarakat. Selama ini, kata Tjahjo, hambatan terbesar perilaku disiplin malah dari birokrasi. Karena itulah, pemerintah bertekad membangun disiplin di kalangan birokrasi dengan sistem yang simpel, memberantas korupsi, dan menciptakan peraturan yang mampu mengakomodir terciptanya disiplin.

Langkah ini, ucap Tjahjo, dimulai dari menteri, pejabat eselon, kepala divisi, bahkan jabatan terkecil di kementerian. “Bahkan beberapa waktu yang lalu kami memecat staf di IPDN, karena lalai menciptakan institusi pendidikan yang aman dan berwibawa,” tutur Tjahjo.

Bila aparat negara sudah berdisiplin, Tjahjo yakin rakyat akan mencontoh perilaku tersebut. Dengan demikian, Gerakan Displin Nasional ini merupakan bagian dari revolusi mental. Disiplin, menurut Tjahjo, juga akan meningkatkan investasi dan pembangunan di tanah air.

Ihwal Pemilihan Kepala Daerah serentak, Tjahjo juga mengatakan penting Gerakan Disiplin Nasional diterapkan dalam perhelatan tersebut. Perilaku disiplin dapat diwujudkan dengan cara menghindari politik uang, tak boleh menggunakan aset negara saat berkampanye, dan menghindari potensi konflik.

()