Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Bakal Cawagub Sandiaga Uno (kanan) didampingi pimpinan partai pengusung menunjukkan mengangkat jempol saat pendaftaran di KPUD DKI Jakarta, Jumat (23/9). Pasangan Anies - Sandi Uno diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa pernyataan yang disampaikan calon wakil gubernur DKI Sandiaga Uno terkait mahalnya biaya kampanye, bukan merupakan keluhan.

Menurut dia, Sandi hanya menjelaskan realita kondisi berada di tim yang ramping seperti koalisi Gerindra dan PKS.

“Sebenarnya itu kan dia gak ngeluh, dia hanya memaparkan realita yang ada dengan tim yang ramping, dia ga ngeluh karena memang realitanya gitu,” kata Dasco saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (29/9).

Menurut dia, dengan koalisi ramping pengusung Anies-Sandi, tentu berbeda ketika bicara pasangan calon lain yang didukung empat partai politik di Pilkada DKI 2017 nanti.

“Kita ini kan cuma dua partai Gerindra dan PKS, kalau pasangan calon lain diusung partai koalisi gemuk, sponsornya juga banyak-banyak, itu yang menurut Sandi,” sebut dia.

“Kalau dengan kondisi ramping ini, tentu selain memikirkan strategi pemenangan kan juga berfikir soal pendanaan, kan beda dong kalau yang diusung 4 partai dengan 2 partai,” ujar ketua MKD DPR RI itu.

Namun demikian, ia menegaskan bukan berarti dengan diusung 2 partai tidak ada jalan keluar untuk bertarung dan menang.

“Karenanya dari sisi pendanaan kita akan mencari terobosan, karena dari kita kan memang banyak langsung sosialisasi ke bawah, seperti kegiatan ke daerah, dan saya pikir sebagai seorang pengusaha biasanya kan bisa melakukan efisiensi dengan target tercapai tetap efisiensi,” tandas dia.

Novrizal Sikumbang

(Arbie Marwan)