Jakarta, Aktual.com – Menjelang satu bulan berlalu skandal impor minyak oplosan dari perusahaan Glencore kepada PT Pertamina (Persero), belum ada pihak yang bertanggungjawab dan mendapatkan sanksi sesuai mekanisme bisnis yang ada di perusahaan BUMN itu.

Hal ini menjadi aneh dan mengundang pertanyaan publik, dengan alasan apa Pertamina tidak mengambil sikap tegas dan menjatuhkan sanksi yang semestinya kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab.

Untuk itu pengurus Ikatan Alumni UI, Ryad Chairil meminta Direksi Pertamina bersikap transparan dan tidak menutup-nutupi kasus tersebut agar terjadi pembenahan pada sistem tata kelola jual beli crude di Perusahaan plat merah itu.

“Kajian dan evaluasinya nggak benar, tidak transparan. Saya minta Pertamina harus lakukan terbuka dan harus ada penindakan tegas terhadap oknum yang bertanggungjawab, termasuk traider Glencorenya,” kata Ryad di Kampus UI Salemba Jakarta, Rabu (12/10).

Perlu diketahui bahwa Gelncore telah mengirim minyak jenis Sarir dam Mesla tidak sesuai komposisi kesepakatan dalam tender. minyak yang berasal dari negara Libya itu seharusnya memiliki kandungan komposisi 70% Sarir dan 30% Mesla, namun yang datang malah sebaliknya 30% Sarir dan 70% Mesla.

Kendati modus tersebut ketahuan dan Pertamina terpaksa melakukan penolakan atas kargo yang datang, namun Pertamina tetap mengalami kerugian dalam hal penanggulangan dampak pemenuhan crude agar kilang Dumai dan Balikpapan tetap berproduksi.

(Laporan: Dadangsah Dapunta)

(Ismed Eka Kusuma)