Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto memberikan potongan tumpeng kepada Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono saat memperngati Hut Partai Golkar ke 54 di Jakarta, Kamis (20/10/2016). Dalam acara Hut Partai Golkar yang ke 52 ini banyak di isi acara Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, pembagian santunan kepada para anak yatim sebanyak 1964 orang, peresmian kantor DPP Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG), Warung Rumah Pangan Golkar dan meresmikan revovasi kantor DPP Partai Golkar.

Jakarta, Aktual.com – Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar akan meminta ‎klarifikasi kepada Wakil Dewan Pakar Partai Golkar ‎Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto). Terkait pertemuan Titiek dengan salah satu pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta‎ 2017 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Pasalnya, Partai Golkar sudah mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat.

Hari ini, Dewan Pakar Partai Golkar melakukan rapat internal dengan pengurus DPP Partai Golkar di ruangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Masalah Titiek ini, menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam rapat internal tersebut.

“Kami serahkan kepada DPP. Kalau ada tindakan indisipliner kita berikan sanksi itu sesuai dengan keputusan DPP,” ujar Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/2).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham menuturkan sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar, kasus Titiek ini akan ditindaklanjuti DPP. Idrus mengatakan, perkara ini akan ditangani oleh Koordinator Bidang Kepartaian Kahar Muzakir dan Ketua Bidang Keorganisasian dan daerah Freddy Latumahina.

“Kita akan hadirkan Bu Titiek untuk memberikan klarifikasi apa yang terjadi,” kata Idrus.

Menyoal sanksi apa yang akan diberikan kepada Anak Presiden kedua Suharto itu, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menghimbau agar semua pihak melihat permasalahan yang ada terlebih dulu.

“Nanti dulu, kita lihat dulu, sabar dulu,” kata Novanto.

(Nailin Insa)

()