Dualisme Golkar (Aktual/Ilst.Nelson)

Jakarta, Aktual.com – Politisi senior Partai Golongan Karya, Ginandjar Kartasasmita mengungkapkan bahwa kader-kader Golkar di daerah-daerah saat ini merasa partainya bukan lagi rumah yang nyaman untuk mereka.

“Saya sering berkunjung ke daerah dan bertemu dengan kader-kader Partai Golkar dan suara mereka hampir sama, yaitu mengeluh terkait konflik di dalam internal Gokar yang sampai pecah menjadi dua kubu,” katanya setelah bertemu dengan generasi pemuda Partai Golkar di Jakarta, Kamis (12/11).

Menurut Ginandjar, dalam sejarah Partai Golkar belum pernah terjadi konflik yang mengakibatkan terpecah menjadi dua seperti pada saat ini.

“Biasanya kalau terjadi konflik, kader keluar dari partai, membentuk partai baru atau bergabung dengan partai-partai lainnya,” kata Ginandjar.

Ia megatakan bahwa konflik ini bisa berdampak buruk untuk kelangsungan politik Partai Golkar ke depan, misalnya yang paling dekat adalah pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 Desember mendatang.

“Yang saya ketahui, dalam pilkada mendatang, Golkar hanya bisa mencalonkan pasangan di 169 daerah dari 269 daerah yang mengikuti pilkada serentak. Ini akibat di beberapa daerah, kedua kubu yang bertikai tidak mencapai kata sepakat untuk menentukan calon,” tuturnya.

Bahkan, kata Ginandjar, banyak juga kader-kader yang memilih jalur independen dibandingkan melalui Partai Golkar.

“Mari kedua kubu secepatnya selesaikan konflik karena kalau makin berlarut-larut, maka bisa terancam eksistensi dari Partai Golkar karena dalam beberapa survei yang juga telah dilakukan, saat ini Golkar hanya menempati peringkat ketiga, biasanya kalau tidak pertama, ya kedua,” ujarnya.

()