Jakarta, Aktual.com — Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari sukses mengamankan dua kemenangan di penyisihan grup B ‘BWF Dubai World Super Series Finals 2015’.

Greysia/Nitya mengalahkan pasangan Tiongkok, Tian Qing/Zhao Yunlei, dan sebelumnya mereka juga sudah mengalahkan pasangan Belanda, Eefje Muskens/Selena Piek.

Melawan Tian/Zhao, Greysia/Nitya harus melewati laga selama 90 menit penuh, sebelum akhirnya menang 21-17, 14-21 dan 21-16.

“Yang pasti seperti yang kita lihat tadi, bahwa kemenangan kami bukanlah hal yang mudah. Dari game pertama sampai ketiga, benar-benar nggak gampang dapetin poin dari mereka. Mereka pun sama, nggak mudah dapet poin dari kami. Tadi kami main reli, jangan sampai kebawa permainan mereka yang cepat. Walaupun di akhir-akhir kami kadang harus nyolong juga, yang penting jangan terlalu lengah juga dengan permainan mereka,” terang Nitya seperti dikutip dari laman BadmintonIndonesia.org.

Peluang Greysia/Nitya ke semifinal pun terbuka lebar. Namun dengan beberapa skenario pertandingan besok, Greysia/Nitya akan lebih aman jika bisa memenangkan laga ketiganya. Dimana Greysia/Nitya akan berhadapan dengan pasangan Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen.

Sementara itu, ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto tak berhasil mengatasi tantangan pasangan Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, di penyisihan grup B, BWF Dubai World Super Series Finals 2015. Mereka kalah tiga game usai main selama 64 menit, dengan skor 18-21, 21-14 dan 19-21.

Sejak game pertama dimulai, pertandingan berlangsung cukup ketat. Kejar mengejar poin terjadi antara Praveen/Debby dan Ko/Kim. Namun sayang keduanya harus kalah lebih dulu, 18-21. Di game kedua Praveen/Debby membuka peluang dengan menang 21-14.

Namun di game ketiga, saat unggul 18-16, konsentrasi keduanya mulai terpecah. Keduanya balik tertinggal dan harus menerima kekalahan 19-21

Peluang Praveen/Debby lolos ke semifinal memang masih terbuka. Namun keduanya harus bisa memenangkan pertandingan besok dengan melawan ganda Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

Rekor pertemuan keduanya memang kurang baik buat Praveen/Debby dengan 2-6. Namun di dua pertandingan terakhir, Praveen/Debby lah yang berhasil memetik kemenangan.

“Besok ketemu Fischer/Pedersen harus menang supaya bisa lolos,” ungkap Debby.

Hasil sama juga diraih Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang harus menerima kekalahan dua game langsung dari Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, Korea Selatan, dengan skor 19-21 dan 10-21 dalam waktu 37 menit.

Hingga penyisihan kedua kali ini, Lee/Yoo merupakan satu-satunya penghuni grup A yang belum pernah kalah. Sebelum menang dari Hendra/Ahsan, Lee/Yoo juga menang dari Zhang Nan/Fu Haifeng, ganda Tiongkok.

Sedangkan, Hendra/Ahsan punya satu kemenangan melalui laganya kemarin dengan Hiroyuki Endo/Kenchi Hayakawa, Jepang.

Penyisihan berikutnya, hari ini Jumat (11/12), Hendra/Ahsan akan berhadapan dengan Zhang/Fu. Dilihat dari catatan pertandingan sebelumnya, Hendra/Ahsan baru pernah menang dua kali dari tujuh pertandingan yang ada, dengan Zhang/Fu. Meski masih kalah di rekor pertemuan, Hendra/Ahsan tetap optimis dan berharap bisa tampil lebih baik.

Hasil negatif kembali didapat ganda campuran Tontowi/Liliyana. Bermain di Hamdan Sports Complex, Kamis (10/12) waktu setempat dalam persaingan Grup A, Tontowi/Liliyana dikalahkan ganda Hong Kong, Lee Chun Hei Reginald/Chau Joi Wah. Tontowi/Liliyana kandas dengan skor telak 14-21, 17-21 dalam tempo 30 menit.

Hasil itu menjadi kekalahan kedua bagi Tontowi/Liliyana. Di hari pertama, keduanya dikalahkan pasangan pasangan Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor 21-17, 11-21, dan 22-24.

Dengan nilai 0 alias belum satu pun meraih kemenangan, peluang Tontowi/Liliyana untuk lolos semifinal pun amat tipis. Meski begitu di satu laga tersisa, mereka harus menghadapi Zhang Nan/Yunlei (Tiongkok) yang sulit dikalahkan dalam laga-laga terakhir ini.

Mereka juga tergantung hasil pertandingan lain, antara duet Adcock dengan ganda Hong Kong. Jika pasangan Inggris itu menang, maka kemenangan Tontowi/Liliyana atas Zhang Nan/Yunlei besok pun tak akan membantu.

“Kami sudah kalah dua kali, jadi sudah pasti sulit lolos ke semifinal. Memang hari ini lebih dominan saya yang banyak mati di lapangan. Saya bermain di bawah performa saya. Dari kemarin juga saya mainnya kurang percaya diri,” keluh Tontowi.

Sudah terlalu lama Tontowi/Liliyana tak pernah menang atas Zhang Nan/Yunlei. Tontowi/Liliyana itu baru bisa lima kali menang dalam 17 pertemuan dengan tujuh laga terakhir selalu kalah.

()

()