Karangasem, Aktual.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mencatat Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, mengalami aktivitas gempa tremor terus menerus (overscale) sebagai manifestasi penambahan suplai magma di kawah gunung setinggi 3.142 mdpl itu.

“Tremor ‘overscale’ yang terjadi selama 22 menit pada Pukul 14.34 WITA hingga 14.56 WITA ini, menandakan sedang berlangsung suplai magma ke dinding kawah yang terus berlangsung,” kata Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi I Gede Suantika, di Posko Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu (2/11).

Ia memastikan untuk suplai magma sudah lebih besar dibandingkan dengan saat pagi hari tadi, meskipun volumenya kecil namun saat ini sudah meningkat. Untuk volume kawah saat ini, kata dia, sekitar 60 juta meter kubik dan saat ini pengisian volume lava di dalam kawah diperkirakan kurang dari 50 persen atau 30 juta kubik per meter.

Pihaknya memprediksi, proses pengisian lava di dalam kawah Gunung Agung hingga sampai penuh membutuhkan waktu kurang dari sepuluh hari. “Overscale ini hampir setiap hari terjadi atau sudah berlangsung enam kali sejak 28 November 2017,” katanya.

Ia membandingkan, saat Gunung Agung mengalami “overscale” hebat pada 28 November 2017 itu terpantau adanya lontaran batu radius satu hingga dua kilometer. Pada saat itu, PVMBG juga melihat melalui visual dengan kamera pengintai (CCTV) di Bukit Asah, memang terlihat adanya percikan material padat yang terlontar ke udara dan turun lagi di dalam kawah.

1
2
3