Jakarta, Aktual.com — Mutu dan desain furniture menjadi kunci untuk memenangkan kompetisi di pasar global. Oleh sebab itu, industri dan desainer funiture harus meningkatkan mutu produk untuk ‘buyer’ ekspor dan memenangkan kompetisi.

“Kita menekankan agar pelaku industri furniture beserta rekan-rekan desainer meningkatkan mutu dan desain. Ini untuk memenuhi kebutuhan ‘buyer’ di pasar ekspor dan memenangi kompetisi di domestik hingga dunia,” kata Menteri Perindustrian, Saleh Husin, di Jakarta, Jumat (11/03).

Menperin menyampaikan bersama Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI), Rudi Halim yang mendampingi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat membuka pameran Furniture Indonesia International Furniture Expo (IFEX), di Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta, Jumat (11/03).

Menurut Saleh Husin, di ranah yang lebih luas, baik pasar nasional maupun internasional, tuntutan kualitas dan desain dari konsumen semakin kompleks. Begitu juga dengan persaingan yang semakin sengit.

Kemenperin mencatat, hingga saat ini nilai ekspor furniture kayu dan rotan terus menanjak. Jika pada 2012 tercatat ada 1,4 miliar dolar AS kemudian tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 1,8 miliar dolar AS. Sedangkan, sepanjang tahun 2014 nilai ekspor furniture kayu dan rotan nasional mencapai kurang lebih 2,2 miliar dolar AS.

“Tren positif ini mendorong optimisme tercapainya nilai ekspor furniture kayu dan rotan olahan dalam lima tahun ke depan mencapai 5 miliar dolar AS,” terang Saleh.

Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla usai membuka pameran Furniture ‘Indonesia International Furniture Expo (IFEX)’ menegaskan, pemerintah memiliki perhatian kuat terhadap industri furniture. Para pelaku industri ini juga diminta memperbanyak inovasi guna mengikuti selera konsumen furniture global.

“Masyarakat memilih furniture karena fungsi. Kemudian juga menginginkan bentuk yang indah, enak dilihat dan nyaman. Ini berarti membutuhkan desain,” kata ia menambahkan.

Geliat industri furniture juga disokong oleh para desainer muda dan ekspansi pelaku industri furniture. Selain menggairahkan pasar, juga semakin memanjakan konsumen dengan ragam pilihan furniture dan menyerap tenaga kerja terdidik, terampil dan kreatif.

()