Jakarta, Aktual.co — Harga ikan laut di pasar tradisional di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, naik tajam diperkirakan akibat pasokan berkurang dibanding biasanya.
“Harga dari pemasoknya naik, makanya kami juga menyesuaikan harga supaya bisa tetap mendapat untung. Tapi jangan dianggap kami untung besar. Kami hanya menyesuaikan harga karena kami membelinya juga harganya naik,” kata Yadi, salah satu pedagang ikan di Sampit, Minggu (9/11).
Pantauan di Pasar Keramat Sampit, harga hampir semua jenis ikan laut mengalami kenaikan. Jenis ikan laut yang dijual juga tidak sebanyak biasanya sehingga pembeli tidak mempunyai banyak pilihan.
Harga ikan selar dan tongkol dijual Rp22.000 per kilogram dari harga sebelumnya sekitar Rp18.000 per kilogram. Udang ukuran dijual bervariasi sesuai jenis dan ukuran, antara Rp50.000, Rp60.000 hingga Rp90.000, naik antara Rp10.000 hinggga Rp20.000 per kilogram dibanding sebelumnya.
Cumi-cumi yang biasanya dijual antara Rp25.000 hingga Rp30.000, kini naik menjadi Rp 50.000 per kilogram. Sementara itu ikan bawal biasa dijual Rp 60.000 per kilogram, sedangkan bawal putih dijual Rp90.000 per kilogram.
“Rata-rata harga ikan laut naik dan kenaikannya tinggi, makanya cukup kaget juga. Mudah-mudahan tidak terus naik karena kalau seperti ini pengeluaran dapur jadi bertambah,” terang Lisa, salah seorang pembeli.
Sebagian besar ikan laut di pasaran Sampit dipasok dari Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit. Pasokan biasanya berkurang jika kondisi laut sedang buruk, misalnya gelombang tinggi dan angin kencang sehingga nelayan tidak berani melaut atau hanya melaut di perairan dekat pantai.
Saat pasokan berkurang, otomatis harga mulai merangkak naik. Untuk menyiasatinya, terkadang ada pula agen ikan yang mengambil ikan dari Banjarmasin, namun tentu harganya lebih tinggi.
Komoditas ikan berbeda dibanding barang kebutuhan lainnya karena tidak bisa disimpan terlalu lama untuk dijadikan stok. Dampaknya, fluktuasi harga terjadi relatif cepat ketika pasokan berkurang.

()