New York, Aktual.com – Harga minyak dunia bervariasi pada akhir perdagangan Jumat pagi (16/2) WIB, karena para pedagang mempertimbangkan dolar AS yang lebih lemah terhadap kenaikan produksi minyak mentah AS.

Dolar AS yang lebih lemah membuat komoditas-komoditas yang dihargakan dalam dolar AS lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Dolar AS telah turun untuk sesi keempat berturut-turut pada Kamis (15/2), karena para investor mencerna sejumlah laporan ekonomi.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa indeks harga produsen untuk permintaan akhir meningkat 0,4 persen di bulan lalu, setelah tidak berubah pada Desember, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Dalam laporan terpisah, departemen tersebut mengumumkan bahwa dalam pekan yang berakhir 10 Februari, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman mencapai 230.000, meningkat 7.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, dan umumnya setara dengan perkiraan pasar.

Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 228.500, meningkat 3.500 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya.

Sementara itu, kenaikan produksi minyak mentah AS terus membebani sentimen investor. Produksi minyak mentah AS mencapai rekor 10,27 juta barel per hari, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (14/2).

EIA sekarang mempeerkirakan produksi AS akan mencapai 11 juta barel per hari pada akhir 2018, setahun lebih awal dari proyeksi bulan lalu.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik 0,74 dolar AS, menjadi menetap pada 61,34 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman April naik 0,03 dolar AS, menjadi ditutup pada 64,33 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

 

Ant.

()