Nelayan tradisional menarik pukat darat saat menangkap ikan di perairan Pantai Kampung Jawa, Banda Aceh, Aceh, Kamis (2/1/2020). Hasil tangkapan nelayan tradisional di daerah itu menurun karena perairan berlumpur dan dipenuhi sampah. ANTARA FOTO/Ampelsa/wsj.

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengutarakan harapannya agar pemerintah menjadikan Hari Nelayan Nasional pada 6 April 2021 , sebagai momentum meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir seperti nelayan.

“Masih banyak PR yang harus diselesaikan pemerintah untuk membantu kehidupan nelayan kita, di antaranya masih tingginya kemiskinan nelayan yang mencapai 20 hingga 48 persen nelayan,” kata Johan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/4).

Dia menegaskan, jumlah nelayan sebanyak 1.459.874 orang berdasarkan data KKP merupakan aset nasional untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan menjadi lebih maju dan berjaya sebagai negara maritim.

Politisi PKS ini menyebutkan beberapa faktor yang harus diatasi untuk membantu nelayan seperti meningkatkan harga jual hasil tangkap agar lebih tinggi dibanding biaya produksi, serta membantu meningkatkan kuantitas tangkapan nelayan dengan metode yang lebih canggih, dan juga perlu insentif khusus bagi nelayan dan pembudidaya skala kecil agar memiliki modal usaha yang memadai.

“Mari menjadikan momentum hari nelayan nasional saat ini dengan memberikan kebijakan dan program yang selalu berpihak pada kepentingan nelayan dan memperkuat pemberdayaan masyarakat nelayan agar lebih sejahtera,” ujar Johan.

Menurut dia, pemberdayaan nelayan sangatlah diperlukan untuk mengatasi persoalan kemiskinan nelayan di Tanah Air.

Pendekatan pemberdayaan tersebut, lanjutnya, harus menekankan pada partisipasi aktif dari masyarakat nelayan yang bermakna harus dibangun kesadaran dari setiap nelayan bahwa mereka memiliki potensi dan tekad untuk menjadi lebih sejahtera dengan optimalisasi pemberdayaan sumber daya yang ada.

“Saya mendorong pemerintah untuk menyiapkan berbagai sarana prasarana yang memadai untuk membantu semua nelayan kita dan memiliki perhatian khusus kepada rumah tangga nelayan dengan berbagai program penting, seperti adanya beasiswa khusus anak nelayan agar pendidikannya terjamin dan kesejahteraan keluarga nelayan lebih meningkat,” ucap Johan.

Ia berpandangan agar pemerintah jangan membuat kebijakan yang merugikan nelayan, seperti dibukanya kran impor ikan dan semestinya meningkatkan potensi produk ikan secara nasional agar mampu memasok kebutuhan domestik.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, ada tiga program terobosan yang harus dijalankan dengan optimal dan sebaik-baiknya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga tahun 2024.

“Terdapat tiga program terobosan KKP pada tahun 2021 hingga tahun 2024,” kata Trenggono.

Menurut dia, berbagai langkah terobosan itu adalah dalam rangka melaksanakan program pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan.

Menteri Kelautan dan Perikanan memaparkan, tiga program yang menjadi prioritas KKP hingga tahun 2024 antara lain peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.

Kemudian, lanjutnya, terobosan kedua adalah pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan perikanan.

Ia menyatakan terobosan ketiga adalah pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal. (Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)