ISTANBUL, aktual.com – Adnan Oktar alias Harun Yahya divonis 1.000 tahun lebih penjara oleh Pengadilan Turki. Dia sebelumnya dibekuk oleh aparat kepolisian Istanbul Turki atas tuduhan mendirikan organisasi kejahatan dan serangkaian tindakan kriminal lainnya pada 2018 silam.

Melansir laman Firstpost.com, Rabu(13/1), tokoh kontroversial yang menggunakan nama samaran Harun Yahya ini menolak tuduhan dihubungkan dengan Fethullah Gulen. Dia bahkan menyatakan dukungan kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan sejak lama.

Karenanya, menghubung-hubungkan antara Harun Yahya atau Adnan Oktar dengan ulama Fethullah Gulen sama sekali tidak beralasan. Karena tidak ada hubungan antara gerakan Gulen dengan Harun Yahya dan bisa diduga hal ini untuk mengotori nama baik Fethullah Gulen.

Gerakan Gulen selama ini selalu mengutamakan perdamaian serta toleransi yang mereka kembangkan di seluruh dunia, sehingga jika dikaitkan denga Harun Yahya merupakan satu fitnah yang sengaja dilakukan.

“Setiap kali Erdogan terpojok maka isu komunitas Gulen dijadikan sebagai senjata,” ujar Profesor hubungan antaragama di Universitas Duke, Carolina, AS, beberapa waktu lalu.

Dilansir Middle East Eye, pada sekitar tahun 90-an Adnan Oktar bersama pengikutnya pernah menyatakan dukungan kepada Necmettin Erbakan, seorang politikus konservatif, mantan Perdana Menteri dan mantan Ketua Partai Kesejahteraan, yang kemudian berubah menjadi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang kini berkuasa dan dipimpin oleh Presiden Erdogan.

Karenanya, saat ditangkap pada 11 Juli 2018, Adnan Oktar mengaku terkejut karena dia merupakan pendukung Erdogan dalam pemilihan Juni sebelumnya. Dia merasa yakin jika Presiden Erdogan tidak mengetahui operasi penangkapannya.

“Saya mencintai Erdogan dengan hati dan jiwa saya, dia orang yang jujur, saya sampaikan dukungan penuh saya kepada beliau sejak dulu. Saya tidak akan membiarkan orang-orang menentang dia, saya akan mempertahankan dia dengan jiwa dan raga saya,” katanya.

Harun Yahya ditangkap polisi pada Rabu (11/7/2018) atas berbagai dakwaan, di antaranya pelecehan seksual anak. Media Hurriyet melaporkan, penangkapan Harun Yahya dilakukan di rumah mewahnya di Çengelköy, sisi Asia kota Istanbul.

Ia ditangkap Kepolisian Istanbul, Turki, bersama sekitar 166 pengikutnya dan 100 di antaranya adalah perempuan.

Sederet tuduhan yang dihadapi Oktar antara lain hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan anak-anak, pelecehan seksual, pemerasan, menahan orang sebagai tawanan, ancaman, spionase politik dan militer, penipuan dengan mengeksploitasi perasaan dan keyakinan agama.

(*)

(Eka)