Hasil Muzakarah Tauhid Tasawuf se-Asia Tenggara kali ke-4 di Bogor. (ilustrasi/aktual.com)
Hasil Muzakarah Tauhid Tasawuf se-Asia Tenggara kali ke-4 di Bogor. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com — Muzakarah Tauhid Tasawuf se-Asia Tenggara kali ke-4 dengan tema Menyongsong Generasi Baru dan Memberkahi Nusantara, yang telah diselenggarakan di Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Cibinong, Bogor, Jawa Barat telah menghasilkan beberapa point.

Acara yang berlangsung sejak tanggal 25-27 Agustus 2016 itu menghasilkan rekomendasi sebagai berikut.

1. Ajaran tauhid tasawuf (tauhid sufi) yakni suatu ajaran yang benar berdasarkan manhaj ahlu sunah wal jamaah. Tauhid tasawuf menfokuskan kepada pemurnian tauhid yang bisa mensucikan syirik-syirik yang halus, ananiah diri, yang merupakan akar segala dosa, masalah dan kerusakan pada diri, masyarakat dan umat sedunia.

2. Natijah atau hasil dari ajaran tauhid sufi adalah jiwa yang bertaqwa, cinta kepada Allah dan Rasul, ibadah yang khusuk, akhlaq yangyang bagus, kasih sayang sesama insan, negara yang aman serta dunia yang damai dan makmur.

Dari dua poin itu bertujuan agar, semua pihak khususnya para ulama, penguasa, hartawan, cendikiawan Islam di sarankan untuk mendapatkan tauhid sufi, yang benar dari para Masyaikh yang ahli agar segala amal dan ilmu mereka terjaga dari fitnah bathin yang merusak.

Semua murobbi tauhid sufi harus menebarkan ajaran tauhid, agar sinar ajaran ini dapat menyinari seluruh Bani Adam supaya dapat kembali sebagai hamba yang di ridhoi Alla SWT.

Kesepatakan itu ditandatangani oleh Ketua Muzakarah Tauhid Tasawuf se-Asia Tenggara Kiai Zein Djarnuzi, Sekretris Majelis Muzakarah Hj Razali Daud dan Narusmber Abuya Syehk H. Amran Waly Al-Khalidi (Syekh Thoriqot Naqsabandiyah), Syekh H Ibrahim Muhammad (Syekh Thoriqot Syatariah, Malaysia), Dr Muhammad Dhiauddin Kuswandi (pimpinan Keluarga Besar Wali Songo), Dr Syekh Rohimuddin Al-Bantany (pimpinan Kerukunan Ulama Nusantara).

Diketahui rangkaian acara yang digelar selama tiga hari ini telah diisi muzakarah (seminar/konferensi) khusus, zikir, tausiyah, maulid Nabi, manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani serta hiburan Islami dari Indonesia dan Malaysia.

Isu yang akan dikaji dan dibahas para ulama tasawuf itu meliputi inti ajaran tauhid sufi, pedoman warisan sejarah gemilang peradaban umat khususnya di Nusantara agar berupaya bangkit kembali. Selain itu, Muzakarah Ulama Tasawuf ini juga akan membahas pembentukan akhlak mulia untuk mencapai tauhid hakiki, hubungan tasawuf dengan ilmu-ilmu keislaman serta pergerakan tauhid sufi dalam memberkahi Nusantara.

Gerakan sufi senantiasa menekankan akhlak mulia dan perdamaian, bukan gerakan yang membawa kemarahan, kebencian, dendam, radikalisme dan terorisme. Ajaran sufi membawa seluruh umat manusia untuk beriman dan makrifat kepada Allah SWT melalui wasilah cahaya Rasulullah SAW yang membawa cinta dan akhlak mulia.

Diharapkan juga para Mursyid Thariqah bangkit kembali membimbing masyarakat untuk mengembalikan ruh agama serta bergandeng tangan, bersama-sama dengan para ulama dari berbagai disiplin keilmuan yang telah memainkan peranan masing-masing dengan baik.

(Wisnu)