Sekertaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristianto

Jakarta, Aktual.Com – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto membenarkan jika partainya mengundang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk membahas persoalan Pilkada Jakarta pada Jumat (17/2) sore. Dalam pertemuan ini, Ketua Umum PDIP, Megawati bertatap muka langsung dengan Ahok untuk membahas rencana pemenangan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

“Ini bagian dari evaluasi kami, jadi sambil makan siang, kami undang Pak Ahok bertemu Bu Megawati,” kata Hasto di Jakarta, Sabtu (18/2).

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Hasto, PDIP mendapat masukan dari Ahok terkait beberapa hal. Ia pun memastikan akan lakukan evaluasi hasil pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada putaran pertama. Hasil pertemuan dengan Ahok, menurut Hasto akan ditindak lanjuti dengan konsolidasi internal PDIP.

Ia pun menyatakan bahwa Ahok dan pihaknya juga telah membicarakan dugaan pelanggaran pada Pilkada Jakarta. Menurut Hasto, banyak warga Jakarta tidak dapat mencoblos meskipun telah tiba di TPS.

“Kami formulasikan dalam rapat konsolidasi partai se DKI Jakarta, menentukan gerak langkah,” tutur dia.

Dia menemukan banyak catatan, mulai dari persoalan daftar pemilih tetap (DPT), jumlah kertas suara yang kurang, dan adanya kecenderungan panitia pemungutan suara untuk mengarahkan warga mencoblos salah satu pasangan calon gubernur. Masalah ini akan dirinci dan akan disetorkan ke KPU DKI Jakarta untuk segera dievaluasi.

Dalam perbincangan itu PDIP dan Ahok juga membahas terkait desakan agar Basuki dinonaktifkan dari jabatan gubernur DKI Jakarta. PDIP mendukung penuh langkah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk tetap mempertahankan Ahok. Menurut PDIP, kasus yang menjerat Ahok bukan pidana berat seperti korupsi atau terorisme.

Pewarta : Teuku Wildan

(Bawaan Situs)