Jakarta, Aktual.com — PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum terbatas (PUT) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp77.000 per saham. Harga tersebut lebih tinggi 1,349 persen dari harga penutupan saham perseroan, yaitu Rp75.975 per saham pada 30 September 2015. Semula HMSP menetapkan right issue di kisaran Rp63.000-99.000.

“Harga ini lebih tinggi 1.394% dari harga penutupan saham perseroan, yakni Rp75.975 per saham pada 30 September 2015,” kata Direktur Yos Adiguna Ginting dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (1/10).

Sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas tersebut, PT Philip Morris Indonesia (PMID), selaku pemegang saham pengendali, telah menegaskan kepada perseroan bahwa PMID akan menjual 264.209.711 dari HMETD yang menjadi haknya dalam suatu penawaran terbatas kepada investor institusional dan bahwa PMID akan melaksanakan sisanya sebanyak 600.640 HMETD yang menjadi haknya.

“Penetapan harga pelaksanaan HMETD tersebut akan kami unggah di situs perseroan agar dapat diketahui publik, termasuk seluruh pemegang saham perseroan,” ungkapnya.

Rentang harga pelaksanaan satu HMETD menjadi saham baru, yakni dari semula Rp63.000-99.000 per saham, menjadi Rp65.000-77.000 per saham. Berdasarkan prospektus, perusahaan rokok ini akan menerbitkan 269,72 juta lembar saham dengan target perolehan dana maksimum USD1,9 miliar atau sekitar Rp26,7 triliun. Total saham baru yang diterbitkan akan bernilai Rp100 per lembar. Ketentuannya, setiap pemegang 65 saham lama HMSP akan berhak atas 4 HMETD.

Dengan adanya harga pelaksanaan baru tersebut, maka dana yang akan dihimpun menjadi Rp20,77 triliun

(Eka)