Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mujahid menilai cita-cita mewujudkan kerukunan umat beragama belum tuntas dalam menyongsong 71 tahun kemerdekaan RI.

Menurutnya, hal ini karena disebabkan berbagai hal.

“Pertama, munculnya aliran-aliran yang oleh orangtua kita dulu tidak terpikirkan akan muncul dan datang ke Indonesia, sehingga banyak diantara kita belum siap,” kata Sodik di Jakarta, Jumat (12/8).

Kedua, adanya perubahan dan dinamika sosial yang luar biasa dalam berbagai hal termasuk dinamika kehidupan beragama.

Dia mencontohkan, seperti militansi dan fanatisme atau dinamika negatif seperti aliran-aliran baru dalam keagamaan.

“Ketiga, meningkatnya kesenjangan dan kecemburuan ekonomi dari mayoritas masyarakat kepada sekelompok kecil masyarakat yang menguasai ekonomi. Hal itu menjadi faktor pemicu beberapa konflik ‘berbaju’ agama,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu menilai, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah untuk mewujudkan kerukunan umat beragama.

Yaitu, membangun budaya berperdaban tinggi termasuk sikap toleransi dalam sgala aspek kehidupan. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mendorong pendidikan nilai-nilai tersebut secara maksimum, terarah, sistematis di rumah, sekolah, kantor dan masyarakat.

Dia menjelaskan, pemerintah juga harus memberikan teladan melalui pendidikan toleran oleh para pemimpin dalam setiap aspek kehidupan.

Lalu, menurut dia, intensifkan kerja sama pemerintah dengan para tokoh dan pemuka agama agat mereka lebih dalam mengajarkan nilai-nilai toleransi agama, bukan sebaliknya memanas-manasi.

“Keempat, tegakan hukum secara tegas namun adil dan bijak terhadap para pelangar toleransi,” katanya.

Terakhir, perbaikan ekonomi secara berkesinambungan dan kurangi kesenjangan ekonomi untuk mengurangi kecemburuan sosial.

 

(ant)

()